Sejumlah SUV Jaecoo J7 produksi 2025 hingga 2026 ditarik kembali atau recall. Penarikan dilakukan karena ditemukan cacat produksi yang berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kendaraan hingga menyebabkan mesin mati secara tiba-tiba. Recall tersebut berkaitan dengan rangkaian kabel atau wiring harness yang berada di bawah kursi depan. Kabel tersebut berpotensi bergesekan dengan braket palang melintang kursi depan sehingga mengalami kerusakan. Pemberitahuan recall disampaikan kepada Departemen Infrastruktur di Australia yang menyatakan: "Akibat cacat produksi, rangkaian kabel (wiring harness) di bawah kursi depan dapat bergesekan dengan bracket palang melintang kursi depan dan mengalami kerusakan. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya tenaga penggerak secara tiba-tiba dan/atau mesin mati tanpa peringatan," tulis pernyataan tersebut, dikutip dari Drive.com.au, Senin (10/8/2026). Test drive Jaecoo J7 SHS-P "Hilangnya tenaga penggerak dan/atau matinya mesin secara tiba-tiba saat berkendara dapat meningkatkan risiko kecelakaan, yang berpotensi menyebabkan cedera atau kematian bagi penumpang kendaraan dan/atau pengguna jalan lainnya," tulis pernyataan tersebut. Pemilik Diminta Datang ke Diler Pemberitahuan tersebut menyebutkan, pemilik kendaraan yang terdampak "akan dihubungi secara tertulis oleh Jaecoo". Pemilik kemudian diminta membuat janji temu dengan diler Jaecoo setempat untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap masalah tersebut. Langkah tersebut penting untuk mencegah risiko hilangnya tenaga penggerak atau mesin mati secara tiba-tiba ketika kendaraan sedang digunakan. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Jaecoo J7 di Indonesia Terkait unit yang ada di Indonesia, pihak Jaecoo Indonesia menyebutkan bahwa aman dan tidak terkena recall. Sebab, yang terkena recall hanya unit yang diproduksi di China. "Unit yang ada di market Indonesia adalah CKD. Jadi, tidak terdampak hal tersebut," ujar Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Jaecoo J7 Jaecoo J7 sendiri merupakan salah satu SUV yang dipasarkan Jaecoo di Indonesia. Model ini hadir dengan teknologi Super Hybrid System (SHS-P), yang mengombinasikan mesin 1.5 TGDI dengan motor listrik dan baterai berkapasitas 18,3 kWh. Jaecoo mengklaim J7 SHS-P mampu menempuh jarak hingga 1.300 kilometer dalam kondisi tertentu, dengan jarak tempuh mode listrik murni mencapai 100 kilometer. Harga J7 SHS-P di Indonesia saat ini dipasarkan mulai Rp 509,9 juta.