Jaecoo Indonesia memastikan tetap mengikuti setiap kebijakan pemerintah terkait insentif kendaraan listrik. Meski kelanjutan program tersebut belum dipastikan, perusahaan mengklaim penjualan Jaecoo J5 masih menunjukkan tren positif hingga semester pertama 2026. Head of Sales Jaecoo Indonesia, Willy Winawan, mengatakan mengatakan, pihaknya akan mengikuti setiap kebijakan yang nantinya diputuskan pemerintah terkait insentif otomotif. "Saya rasa pemerintah itu sudah tahu pasti kebutuhan dari masyarakat saat ini. Jadi ya kita tunggu dari instruksi pemerintah saja. Kalau memang ada perubahan, ya kita akan siap mengikuti," kata Willy kepada media di ICE BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026). Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai skema insentif baru. Namun, menurut Willy, kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap penjualan Jaecoo J5. Booth Omoda & Jaecoo di GIIAS 2026. Ia menjelaskan, SUV tersebut masih memiliki daya tarik karena menawarkan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dengan harga yang kompetitif. "Saat ini saya rasa, terutama di J5, karena produk yang kita tawarkan memang sesuai dengan kebutuhan market, SUV dengan harga yang saat ini terbaik di market," kata Willy. Karena itu, Jaecoo mendorong calon konsumen untuk segera melakukan pemesanan selama program promosi dan insentif yang masih berlaku belum berakhir. "Kita berharap customer segera lakukan pemesanan saja sebelum nanti ternyata ada subsidi-subsidi lain yang makin berkurang, malah harganya bisa ter-adjust naik. Jadi mumpung saatnya GIIAS dan subsidinya masih berjalan, customer sebaiknya segera lakukan pemesanan," katanya. Meski mengakui masih ada konsumen yang bersikap menunggu kepastian kebijakan pemerintah, Willy menilai hal tersebut belum mengganggu permintaan terhadap Jaecoo J5. "Pasti saya rasa orang akan wait and see. Cuma kalau secara produknya bagus, pricing-nya juga oke, ya saat ini J5 secara demand masih bisa maintain di yang positif," kata Willy. Willy mengatakan, tren penjualan Jaecoo J5 hingga semester pertama 2026 masih menunjukkan hasil yang positif. Menurut dia, model tersebut masih mampu mempertahankan posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia. "Masih. Semester 1 ini J5 masih memimpin market EV nomor satu di Indonesia. Jadi saya rasa momentumnya masih bisa dijaga dengan baik," kata Willy.