Rencana perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik yang tengah dikaji pemerintah menjadi perhatian pelaku industri otomotif. Meski demikian, Jaecoo Indonesia memastikan akan mengikuti keputusan apa pun yang nantinya ditetapkan pemerintah. Head of Sales Jaecoo Indonesia, Willy Winawan, mengatakan, perusahaan akan mengikuti kebijakan apa pun yang nantinya ditetapkan pemerintah, selama memberikan manfaat bagi konsumen. “Kalau menurut dari kami, apapun keputusan dari pemerintah, kita pasti akan ikut. Tapi tentunya harus memberikan keuntungan bagi banyak pihak, maksudnya konsumen. Karena kan kebijakan, tentunya harus diberikan,” ucap Ilham kepada Kompas.com, Sabtu (1/8/2026). Willy menjelaskan, secara internal perusahaan telah menyusun sejumlah skema sebagai langkah antisipasi. Booth Omoda & Jaecoo di GIIAS 2026. “Secara internal kita sudah menghitung kalau misalkan tidak ada seperti apa, kalau ada seperti apa. Skema-skema sudah ada. Cuman dari kita belum bisa mengeluarkan terlebih dahulu sampai ada aturan dan pemerintah,” ucapnya. Menurut Willy, apa pun bentuk kebijakan yang nantinya diterapkan pemerintah, diharapkan tetap memberikan keuntungan bagi masyarakat sebagai konsumen kendaraan listrik. “Tentunya kan apapun kebijakan yang dibikin oleh pemerintah, mau insentif atau enggak, atau besar insentif, berapa besar, itu kan Mungkin kan dibayarkan lagi konsumen dan pasti ada keuntungan buat konsumen,” ucapnya. Sementara itu, Ilham menjelaskan, selama ini salah satu alasan masyarakat memilih mobil listrik adalah karena pajak kendaraan yang relatif murah. Namun, jika nantinya kebijakan pajak berubah, pertimbangan konsumen diperkirakan akan bergeser. Bukan lagi karena insentif pajak, melainkan karena biaya operasional kendaraan listrik yang tetap lebih hemat, mengingat biaya pengisian daya masih jauh lebih murah dibandingkan pengeluaran untuk membeli bensin. Meski mengakui adanya kekhawatiran, Ilham menegaskan pihaknya akan mengedepankan edukasi kepada konsumen mengenai efisiensi biaya operasional kendaraan listrik. “Kalau kekhawatiran tentunya ada. Gimana caranya memanintensi, kita lebih edukasi, kalau memang konsumen suka efisien running cost, ya itu yang harus kita edukasi ke konsumen, bahwa mobil listrik itu bukan hanya sekedar bebas pajak atau pajak rendah sih sebenernya, tapi efisien yang lebih, selain pragmatik,” ucapnya. Jadi, meski kebijakan insentif kendaraan listrik berpotensi berubah, Jaecoo Indonesia optimistis daya tarik mobil listrik tetap terjaga berkat biaya operasional yang lebih efisien dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.