Keterbatasan lahan parkir di kawasan perkotaan menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi pengguna mobil. Kondisi tersebut mendorong produsen otomotif menghadirkan teknologi parkir otomatis yang semakin canggih. Pada GIIAS 2026, Omoda & Jaecoo memperkenalkan Super Intelligent Valet Parking (SIVP) pada Jaecoo J7 SHS-P. Berbeda dengan fitur auto parking pada umumnya, sistem ini memungkinkan mobil mencari slot parkir secara mandiri tanpa pengemudi perlu mengendalikan kendaraan dari dekat. Head of Product Omoda Jaecoo Indonesia Ryan Ferdiean Tirto , mengatakan, sistem SIVP memiliki cara kerja yang berbeda dibanding fitur auto parking konvensional seperti Auto Parking Assist (APA), Remote Parking Assist (RPA), maupun Enhanced Parking Assist (EPA). "Jadi bedanya dengan auto parking yang lain, jadi ini kita sebut sebagai teknologi SIVP (Super Intelligent Valet Parking). Mungkin seperti yang kita sudah kenal ada beberapa auto parking yang lainnya seperti APA, RPA, EPA, itu mengharuskan si driver ini ada di dekat mobil. Jadi kita harus tetap cari slot parkirnya dulu, baru kita aktifkan auto parking-nya," kata Ryan kepada Kompas.com, Sabtu (1/8/2026). Super Intelligent Valet Parking (SIVP) diperkenalkan pada J7 SHS-P SIVP. Menurut Ryan, pada SIVP pengemudi cukup menurunkan penumpang di area lobi atau titik drop-off. Setelah itu kendaraan akan bergerak sendiri untuk mencari ruang parkir yang masih tersedia. "Tetapi beda dengan SIVP ini. Kita bisa tinggal drop-off di lobi, nanti mobil yang akan mencari slot parkir yang kosong. Jadi akan meringankan dan mengefisiensikan waktu untuk mencari parkir," ucapnya. Ryan menjelaskan, pencarian lokasi parkir dilakukan berdasarkan area yang dipilih melalui aplikasi di smartphone. Sebagai contoh, pengguna dapat menentukan agar kendaraan hanya mencari ruang kosong di area P1. Apabila dalam waktu 30 menit tidak ditemukan ruang parkir yang tersedia, sistem akan mengirimkan notifikasi ke aplikasi ponsel pengguna. J7 SHS-P SIVP di GIIAS 2026. "Kalau sampai 30 menit mobil tidak menemukan slot parkir yang kosong, dia akan memberikan informasi melalui aplikasi yang ada di smartphone kita bahwa tidak ditemukan slot parkir yang kosong. Nanti driver punya otoritas apakah mau dilanjut lagi 30 menit untuk mencari slot kosong di lantai yang sama atau memerintahkan mobil pindah ke lantai lainnya, mungkin di P2 atau P3," kata Ryan. Ia menambahkan, kemampuan operasional SIVP di area parkir dalam ruangan memiliki jangkauan hingga sekitar dua kilometer. Jarak tersebut disesuaikan dengan ukuran dan konfigurasi gedung parkir. "Total secara jarak indoor parking itu kurang lebih sekitar dua kilometer. Jadi menyesuaikan dari tinggi dan besarnya parkiran itu sendiri," kata Ryan. Dengan kemampuan mencari ruang parkir secara mandiri dan dikendalikan melalui aplikasi, fitur ini diharapkan dapat mengurangi waktu yang dihabiskan pengemudi untuk berkeliling mencari slot parkir sekaligus meningkatkan kenyamanan saat berkendara.