Belum lama ini, pengguna Jaecoo J5 EV, Theodorus Herutomo Theo, mengunggah keluhannya pada grup Facebook Jaecoo J5 EV Indonesia. Dia menyebutkan telah mengalami kerusakan pada mobilnya. "Dalam perjalanan saya ke Semarang, tiba2 ada suara "pletak" dan ngga lama kemudian muncul indikator gambar kura2 berwarna hijau, yg memberikan notif yg mengakibatkan laju kecepatan maks hanya 30 km/jam, dari CS advice kalau mbl matikan mesin 30 menit sd 1 jam, dan setelah 40 menit jalan normal kembali, sehari setelah sampai di Semarang mesin dinyalakan muncul kembali gbr kura2, slnjutnya bawa ke bengkel JAECOO Semarang dan info klo nepelnya pecah, kesimpulannya hrs ganti battray yg hmpr 200 jt," tulis Theo, dalam unggahannya. Menanggapi unggahan tersebut, Jim Ma, Business Unit Director Omoda & Jaecoo Indonesia, mengatakan, kejadian tersebut adalah kecelakaan mobil yang normal. Pengguna Jaecoo J5 EV yang mengalami kerusakan pada bagaian baterai "Sebenarnya, kami sudah berbicara dengan konsumen tersebut. Kami juga sudah berbicara dengan konsumen mengenai masalah ini," ujar Jim Ma, kepada wartawan, saat ditemui di Tangerang, Rabu (19/8/2026). "Menurut saya, akan lebih baik jika konsumen tersebut yang memberikan update mengenai kejadian ini. Sehingga, dia bisa memberikan cerita yang lengkap, dibandingkan kami memberikan penjelasan, yang membuatnya malah kami seperti mengarangnya," kata Jim Ma. Jim Ma menambahkan, Jaecoo merupakan merek premium dan J5 EV juga sudah sukses di Indonesia sejauh ini. Menurutnya, pihaknya selalu berkomitmen dan memberikan sepenuhnya untuk memenuhi permintaan konsumen. Pengguna Jaecoo J5 EV yang mengalami kerusakan pada bagaian baterai Omoda Jaecoo Indonesia menegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya terjadi karena kecelakaan. Semua kerugian juga sudah ditanggung oleh pihak asuransi. "Karena seperti yang sudah saya sebutkan, ini adalah kecelakaan mobil. Sehingga, semua kerugian akan ditanggung oleh pihak asuransi," ujarnya. Pengguna Jaecoo J5 EV yang mengalami kerusakan pada bagaian baterai Omoda Jaecoo Indonesia juga sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan langsung yang dilakukan pada 23 Juli 2026 oleh Jaecoo Indonesia melalui tim teknis di diler Jaecoo Semarang, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kebocoran coolant pada sistem baterai akibat insiden tersebut. Suku cadang yang diperlukan kemudian diterima oleh dealer pada 15 Agustus 2026, dan proses pemasangan pada kendaraan pelanggan telah diselesaikan pada 18 Agustus 2026. Pengguna Jaecoo J5 EV yang mengalami kerusakan pada bagaian baterai Sebagai bagian dari sistem perlindungan kendaraan, setiap unit Jaecoo J5 EV dilengkapi dengan battery cover yang berfungsi melindungi battery pack dan komponen terkait. Battery cover tersebut merupakan perlengkapan standar pada seluruh unit Jaecoo J5 EV. Spesifikasi Secara dimensi, J5 EV memiliki panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.650 mm, dan jarak sumbu roda 2.620 mm. Ground clearance mencapai 200 mm. Masuk ke sektor performa, mengandalkan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor yang ditempatkan di bagian depan. Motor tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 155 kW atau sekitar 211 PS dengan torsi puncak 288 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan atau FWD. Dengan konfigurasi tersebut, J5 EV mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,3 detik. Sumber tenaganya berasal dari baterai berkapasitas 60,9 kWh. Berdasarkan metode pengujian NEDC memiliki jarak tempuh hingga 461 km dalam kondisi baterai penuh. Jaecoo J5