Pemerintah menargetkan insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) mulai diterapkan pada Juni 2026. Skema terbaru ini difokuskan untuk mendorong penjualan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Berbeda dari skema sebelumnya, insentif kali ini tidak lagi mencakup mobil hybrid. Padahal sebelumnya mobil hybrid masih memperoleh sejumlah relaksasi pajak karena dianggap sebagai teknologi transisi menuju elektrifikasi. Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, mengatakan, sejauh ini minat konsumen terhadap mobil hybrid masih cukup tinggi, termasuk untuk model Jaecoo J7 SHS-P dan J8 SHS-P Ardis yang notebene mobil PHEV. Test drive Jaecoo J8 SHS Ardis "Selama ini konsumen masih tetap ada, dan ketertarikan untuk prouk khususnya untuk J7 SHS-P dan J8 SHS-P Ardis ini hybrid. Tentunya mereka (konsumen) masih ada keyakinan (ketika membeli mobil hybrid)," kata Ilham di Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026). Namun Ilham tidak menampik bahwa jika ada insentif buat mobil hybrid maka itu akan berdampak secara keseluruhan. "Tapi kalau memang ada, maka itu menjadi keuntungan buat konsumen," kata Ilham. "Ya harapannya pasti pemerintah sudah punya regulasinya, tapi kalau pun ada maka itu akan jadi keuntungan buat bersama," ujar Ilham. Seperti diketahui, dalam skema terbaru, pemerintah akan memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen hingga 100 persen. Jaecoo J5 Namun insentif tersebut hanya berlaku untuk kendaraan listrik murni dan tidak mencakup mobil hybrid. Selain itu, dalam skema terbaru pemerintah juga mulai membedakan besaran insentif berdasarkan jenis baterai yang digunakan. Mobil listrik yang memakai baterai berbasis nikel atau NCM (nikel kobalt mangan) akan memperoleh subsidi lebih besar dibanding kendaraan dengan baterai non nikel. Pemberian insentif pada skema baru ini berbeda dibanding sebelumnya yang lebih berfokus pada pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kendaraan listrik. Kini pemerintah ingin mendorong pemanfaatan nikel sebagai salah satu sumber daya unggulan Indonesia, sekaligus memperkuat hilirisasi industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang