Setelan tekanan udara ban saat digunakan untuk perjalanan jauh atau liburan mungkin dibuat lebih keras karena penumpang dan muatan bertambah. Setelah liburan usai, tekanan udara ban perlu dikembalikan seperti kondisi normal. Mobil yang dipakai untuk harian, mungkin hanya diisi dengan 2 sampai 3 penumpang. Sementara muatannya cenderung kosong karena tak perlu membawa barang dalam jumlah banyak. Maka dari itu, tekanan udara ban yang sempat dinaikkan wajib dikurangi agar mobil tetap memiliki performa prima dan menjaga komponen suspensi lebih awet. Rofiq Zunarto, pemilik bengkel mobil Kebat Motors Bintaro Tangerang Selatan mengatakan, tekanan udara ban mobil harus sesuai dengan penumpang dan bobot muatan. “Setelah mobil dipakai liburan, cek tekanan udara ban, disesuaikan kembali ke standar, terlebih lagi sebelumnya disetel untuk muatan penuh,” ucap Rofiq kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan tekanan udara ban mobil terlalu keras berbahaya, bukan cuma bikin tidak nyaman, tapi menurunkan keselamatan dan mempercepat kerusakan komponen. Ilustrasi ban mobil sudah aus “Saat ban diisi udara bertekanan terlalu tinggi, permukaan ban akan melengkung sehingga permukaan yang menapak ke aspal berkurang, dampaknya ban mudah selip, dan pengereman menjadi kurang maksimal,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (1/1/2026). Ketika ban terlalu keras, daya cengkeram ke permukaan jalan akan berkurang sehingga berpengaruh terhadap traksi, khususnya saat mobil melaju dan melakukan pengereman. Ban yang terlalu keras juga berpotensi lebih cepat rusak karena tidak mampu meredam benturan dari permukaan jalan dengan maksimal. Ada risiko benjol dan retak. Ilustrasi Ban Mobil Hankook Selain itu, ban cenderung mengalami keausan tidak merata. Sehingga, bagian tengah ban lebih cepat habis sementara bagian samping masih bagus karena jarang menapak dengan permukaan jalan. “Ban aus tidak merata jadi lebih pendek usia pakainya, ini merugikan,” ucap Imun. Selain itu, ban yang tak mampu meredam getaran permukaan jalan dengan baik juga berdampak pada usia pemakaian kaki-kaki mobil. Dampaknya, sokbreker, ball joint, dan bushing lebih cepat aus. “Tekanan ban terlalu keras juga bikin mobil kurang nyaman saat dikendalikan, mobil terasa melayang, setir lebih ringan dan agresif, dan bantingan suspensi terasa lebih keras,” ucap Imun. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang