Mobil listrik memang punya berbagai kelebihan, dari bebas emisi, terus performa instan, sampai kabin yang hening. Tapi ada salah satu hal yang tidak biasa, terutama dari tekanan udara bannya. Tekanan udara ban khusus mobil listrik biasanya lebih tinggi dari mobil konvensional. Kalau mobil biasa tekanannya di antara 30 psi sampai 35 psi, ban mobil listrik bisa sampai 45 psi. Lalu apa penyebab ban mobil listrik punya tekanan udara yang tinggi. Mobil listrik BYD Sealion 7 Fisa Rizqiano, Deputy Head OE Sales Bridgestone Indonesia mengatakan, tekanan ban tinggi pada mobil listrik menyesuaikan dengan kebutuhan. "Tekanan yang tinggi itu untuk mengakomodir berat yang besar. Mobil biasa dan mobil listrik kan lebih berat mobil listrik," kata Fisa kepada Kompas.com, Senin (26/1/2026). Sebagai perbandingan, BYD Sealion 7, SUV listrik memiliki tekanan ban yang disarankan sekitar 45-47 psi. Di atas kertas, bobot dari Sealion 7 mencapai 2,3 ton. Kalau dibandingkan dengan SUV biasa, dengan mesin bensin atau diesel seperti Toyota Fortuner, beratnya 1,9 ton sampai dua ton. Artinya ada selisih sekitar 300 Kg. "Umumnya ban mobil listrik punya struktur yang diperkuat. Kalau dilihat dari dinding ban, pada spesifikasi load index (indeks beban) biasanya lebih tinggi dari ban untuk mobil biasa dengan ukuran yang sama," kata Fisa. Makanya kalau secara harga, ban mobil listrik relatif lebih mahal dibandingkan ban mobil konvensional. Mengingat spesifikasinya lebih tinggi untuk menopang beban baterai yang berat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang