Kondisi jalanan di Indonesia saat ini sangat banyak lubangnya. Baik di jalanan perkotaan, bahkan sampai antar kota atau di tol. Ketika pengemudi tidak siap, biasanya jadi gagal antisipasi dan ban masuk ke lubang. Resiko yang bisa terjadi antara ban benjol atau paling parah bisa sampai pelek rusak dan pecah. Tapi apa yang bisa mencegah pelek rusak saat terpaksa melibas lubang di jalan? Ban dan velg roda kanan belakang mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan BP (58) pecah setelah berusaha melarikan diri usai bersenggolan dengan sepeda motor di jalan raya Desa Pojok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Senin (7/8/2023) Fisa Rizqiano, Deputy Head OE Sales Bridgestone Indonesia menjelaskan, pelek yang rusak setelah melibas lubang bisa dicegah dengan menjaga tekanan udara ban. "Ketika masuk lubang atau menabrak trotoar dalam kondisi kempis, bawa beban berat, ban bisa rusak dan pelek khususnya di bagian bibir bisa rusak," kata Fisa kepada Kompas.com, Jumat (30/1/2026). Artinya ketika mengemudi, perhatikan tekanan udara ban. Pastikan tau berapa ukurannya yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan. Untuk tahu berapa tekanan ban yang sesuai dengan saran pabrikan, biasanya ada stiker di sisi pintu pengemudi. Arahannya jelas, ban depan dan belakang berapa tekanannya, baik dalam kondisi kosong atau penuh penumpang dan sedang bawa barang. Cara Mencegah Ban Pecah Setelah Melibas Lubang Fisa menjelaskan, ban biasanya mengalami pecah di bagian dinding. Penyebabnya lagi-lagi tekanan udara yang kurang, sehingga benang bagian dinding akan putus. "Menjaga kondisi tekanan angin (udara) bisa mengurangi risiko pecah ban. Bahkan baiknya sebelum perjalanan jauh, tekanan angin ditamban 2-3 psi untuk mengurangi terjadi flexing berlebihan di bagian dinding," kata Fisa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang