Mengisi tekanan angin ban mobil merupakan salah satu perawatan sederhana yang penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara. Akan tetapi, masih ada anggapan di kalangan pengendara bahwa pengisian tekanan angin ban harus dilakukan saat mobil dalam keadaan kosong agar hasilnya lebih optimal. Lantas, apakah benar saat mengisi tekanan angin ban penumpang perlu turun agar hasilnya lebih akurat dan sesuai standar? Menjawab hal tersebut, Fachrul Rozi, Product Marketing Manager Michelin Indonesia mengatakan, saat mengisi tekanan angin ban mobil, tidak ada perbedaan meski penumpang tetap berada di dalam kendaraan. Perlunya menyesuaikan tekanan angin ban. “Tidak perlu dan tidak ada bedanya penumpang mau turun ataupun tidak,” ucapnya kepada Kompas.com, baru-baru ini. Selain itu, ia juga menyarankan agar tekanan ban selalu mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan. Informasi mengenai tekanan angin ban biasanya tercantum pada label di pilar B sisi pengemudi pada mobil Jepang atau di area tutup tangki bahan bakar (fuel filler flap) pada sejumlah mobil Eropa. Pengendara dapat melihat rekomendasi tekanan untuk kondisi beban ringan maupun saat kendaraan membawa muatan penuh. “Di situ dapat dilihat rekomendasi tekanan anginnya, biasanya biasa ada dua rekomendasi, untuk beban tidak penuh atau beban penuh,” ucapnya. Selain itu, bagi pemilik kendaraan, penting untuk tidak mengabaikan kondisi tekanan angin ban secara berkala, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh atau saat membawa muatan lebih. Pemeriksaan rutin ini membantu menjaga kenyamanan berkendara, meningkatkan keselamatan, serta mengoptimalkan efisiensi bahan bakar kendaraan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang