Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengantisipasi potensi penurunan penjualan mobil nasional sebesar 20–30 persen pada periode Lebaran. Penurunan tersebut dinilai sebagai pola musiman yang berulang hampir setiap tahun, terutama akibat berkurangnya hari kerja selama libur panjang. Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa secara historis, bulan yang bertepatan dengan Lebaran kerap menunjukkan pelemahan penjualan dilihat secara bulanan. Kondisi ini bukan disebabkan oleh harga kendaraan, melainkan oleh terbatasnya aktivitas operasional dealer selama masa libur. “Kalau kita lihat dari data sejarahnya, di bulan Lebaran itu memang bisa turun sekitar 20-30 persen. Bukan karena harga, tapi karena hari kerjanya pendek, banyak libur,” ujar Kukuh. Meski demikian, Kukuh menegaskan bahwa Lebaran tetap memiliki dua sisi bagi industri otomotif. Di satu sisi, minat masyarakat untuk membeli kendaraan cenderung meningkat menjelang mudik. Namun di sisi lain, waktu transaksi menjadi terbatas karena libur panjang dan jam operasional yang berkurang. Booth MG Motor Indonesia pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 Gaikindo pun menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak awal tahun. Pasalnya, pola penurunan saat Lebaran hampir selalu terjadi, meski secara akumulatif penjualan tahunan masih berpotensi terjaga jika aktivitas pasar kembali normal setelah libur usai. Kukuh berharap, setelah periode Lebaran berlalu, penjualan kendaraan bisa kembali meningkat seiring panjangnya sisa waktu penjualan dari Maret hingga akhir tahun. Menurutnya, fase pasca-Lebaran kerap menjadi momentum pemulihan bagi industri. Ia juga menyinggung proyeksi pertumbuhan ekonomi pemerintah di kisaran 6 persen sebagai faktor pendukung optimisme pasar otomotif tahun ini. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tersebut tercapai, kinerja penjualan kendaraan diharapkan dapat bergerak lebih baik dibanding periode Lebaran. “Harapannya setelah itu kita bisa sedikit digas lagi. Karena setelah Lebaran, waktunya masih panjang sampai akhir tahun,” kata Kukuh. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang