Banyak pemilik mobil kerap bertanya, mana yang lebih cepat rusak, pelek standar bawaan pabrikan atau pelek aftermarket. Sebagian orang menilai pelek aftermarket lebih ringkih karena desainnya beragam dan sering dipilih demi menunjang tampilan. Di sisi lain, ada pula yang beranggapan pelek bawaan mobil pasti lebih kuat karena sudah melalui berbagai pengujian dari pabrikan. Menanggapi hal tersebut, Runang dari HWS Wheel, Car Part & Accessories di kawasan H. Nawi, Jakarta Selatan, menegaskan bahwa keduanya pada dasarnya memiliki risiko kerusakan yang sama. Toko dan servis pelek mobil HWS Wheel “Nah, pelek standar pabrikan maupun pelek aftermarket sebenarnya sama-sama rentan rusak," kata Runang yang ditemui di Jakarta, belum lama ini. "Karena pelek itu kontak langsung dengan jalan dan sangat dipengaruhi cara kita berkendara. Jadi pada dasarnya semua pelek bisa saja mudah rusak, tetapi ada cara untuk mencegahnya," kata Runang. Menurut dia, pelek standar maupun aftermarket sama-sama bisa awet atau cepat rusak, tergantung cara pemakaian dan perawatannya. Karena itu, pemilik mobil perlu lebih memperhatikan faktor pendukung, terutama kondisi ban. Runang mengatakan, kunci utamanya adalah rutin mengecek tekanan angin ban serta menghindari benturan keras saat melintasi jalan berlubang atau tidak rata. pelek mobil retak "Paling penting untuk diingat, pelek biasanya rusak ketika kita lupa mengecek tekanan angin ban. Saat tekanan angin kurang dan kemudian bertemu impact di jalan, kerusakan bisa terjadi lebih cepat. Itu yang harus dihindari supaya pelek tidak cepat rusak," ujarnya. "Tekanan angin ban yang kurang membuat ban tidak mampu meredam benturan secara optimal saat menghantam lubang atau permukaan jalan rusak. Akibatnya, beban benturan langsung diteruskan ke pelek," katanya. Karena itu, tekanan angin ban harus selalu dijaga sesuai rekomendasi. "Tekanan angin harus rutin dicek dan dijaga, biasanya di kisaran 34–35 psi. Kalau ban tipis, bisa 40–42 psi, umumnya seperti itu," ujar Runang. Pelek New Pajero Sport Mengenai kualitas produk, Runang mengatakan ada harga ada rupa, khususnya untuk pelek aftermarket yang tersedia dalam berbagai merek dan rentang harga. "Kalau memilih pelek aftermarket, sebaiknya pastikan membeli merek yang sudah punya nama atau sudah terkenal. Bukan soal garansi, tetapi reputasi merek tersebut biasanya dijaga, sehingga kualitasnya lebih baik," ujarnya. "Sementara pelek bawaan mobil pada dasarnya sudah bagus, karena sebelumnya sudah melalui berbagai pengujian dari pabrikan,” kata Runang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang