Perhatian pemilik mobil terhadap pelek biasanya lebih tertuju pada tampilan luar yang mengilap. Padahal, ada satu area kecil yang kerap luput dari perhatian, yakni lubang baut roda. Di bagian inilah korosi sering kali bermula dan berkembang tanpa disadari. Menurut Diwan, pemilik Eurovolution di Jakarta Timur, lubang baut merupakan titik rawan karena bentuknya cekung dan mudah menahan air setelah hujan atau proses pencucian. Kondisi tersebut diperparah jika mobil langsung diparkir dalam keadaan basah. Ilustrasi membersihkan pelek mobil. “Area lubang baut itu sering jadi titik awal keropos karena air mengendap di situ. Kalau tidak benar-benar kering, lama-lama muncul oksidasi, apalagi pada pelek berbahan alloy,” kata Diwan kepada Kompas.com, Sabtu (28/2/2026). Diwan menjelaskan, air yang tertinggal biasanya bercampur dengan debu, pasir halus, serta residu logam dari kampas rem. Kombinasi ini bisa mempercepat proses korosi, terutama jika kendaraan sering digunakan saat hujan atau melewati genangan. Masalahnya, korosi di lubang baut bukan hanya soal tampilan. Jika dibiarkan, permukaan dudukan baut bisa berubah tidak rata. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memengaruhi presisi pengencangan baut roda. “Kalau sudah parah, dudukan baut bisa haus atau tidak rata. Itu bisa bikin baut tidak mengikat sempurna. Memang jarang sampai copot, tapi tetap berisiko kalau dibiarkan,” ujar Diwan. Untuk mencegahnya, Diwan menyarankan agar pemilik kendaraan tidak membiarkan pelek dalam kondisi basah terlalu lama. Setelah mencuci mobil atau kehujanan, sebaiknya area pelek dikeringkan, terutama di sekitar lubang baut. Penggunaan lap kering atau angin bertekanan bisa membantu mengeluarkan air dari sela-sela sempit. Selain itu, pemeriksaan rutin saat rotasi ban atau servis berkala juga penting. Jika sudah terlihat tanda-tanda karat atau bercak putih akibat oksidasi, sebaiknya segera dibersihkan sebelum kerusakan meluas. Dengan perhatian sederhana pada area kecil yang kerap terlupakan ini, risiko keropos pada pelek bisa ditekan. Sebab pada akhirnya, menjaga detail seperti lubang baut bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang