Memilih pelek untuk mobil listrik (electric vehicle/EV) tidak bisa disamakan dengan mobil bermesin bensin. Bobot yang lebih berat serta torsi instan membuat kebutuhan kekuatan pelek jauh lebih tinggi. Karena itu, menurut para ahli, pemilik EV wajib memperhatikan ukuran dan karakter pelek sebelum mengganti dari ukuran standar. Stevanus KT, National Sales Manager PT Stamford Tyres Distributor Indonesia, mengatakan langkah pertama dalam memilih pelek untuk mobil listrik adalah menentukan kenaikan ukuran yang diinginkan. Ilustrasi pelek SSW “Pertama tentukan mau naik berapa inci. Biasanya 2–3 inci. Tapi kebanyakan EV saat ini OE-nya sudah besar, jadi mau naik ukuran sebenarnya boleh, tidak juga enggak apa-apa,” ujar Stevanus, kepada Kompas.com (18/11/2025). Selain ukuran pelek, penting juga untuk mempertimbangkan kondisi baterai. Jika performa baterai sudah menurun setelah dua hingga tiga tahun, maka memilih pelek yang ukurannya terlalu besar dapat menambah beban kendaraan dan mengurangi efisiensi. “Tapi kalau mau coba naik sedikit juga boleh. Banyak EV asal China sekarang sudah pakai ring 19, seperti Chery Omoda, Tiggo, dan lainnya,” katanya. Stevanus KT, National Sales Manager PT Stamford Tyres Distributor Indonesia Selain ukuran, teknologi produksi pelek seperti casting, flow forming, atau forged juga kerap jadi bahan pertimbangan. Namun Stevanus menegaskan bahwa teknologi bukanlah faktor terpenting untuk EV. “Teknologi tergantung kebutuhan. Yang penting konsen ke max load. Karena EV berat, jangan sampai pilih pelek ringan tapi max load-nya kecil. Bahaya. Apalagi torsi mobil listrik kan agresif dan responsif,” ucap Stevanus. Max load atau kapasitas beban per pelek harus dicocokkan dengan bobot total kendaraan. Jika salah pilih, risiko kerusakan meningkat ketika mobil menerima beban torsi dan gaya lateral saat menikung atau melaju di jalan jelek. Test drive GWM Tank 300 “Mobil listrik sekarang bobot totalnya bisa sampai 2 ton. Minimal per pelek harus di atas 700 kg. Ada juga yang 1.000 kg, tergantung mobilnya. Biasanya untuk mobil listrik besar seperti Tank 300, GWM, dan lainnya,” ujar Stevanus. Untuk mobil listrik, memilih pelek tidak bisa sekadar mengikuti tren model atau ukuran besar. Perhatikan kondisi baterai, sesuaikan ukuran kenaikan secara bijak, dan prioritaskan pelek dengan kapasitas beban tinggi. Dengan begitu, tampilan mobil tetap keren tanpa mengorbankan keamanan serta daya tahan komponen kaki-kaki. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.