Banjir yang terjadi di sejumlah ruas jalan Jakarta pada Senin (12/1/2026), membuat sejumlah pemilik kendaraan nekat menerobos genangan air, tak terkecuali mobil listrik. Salah satu video di media sosial juga sempat memperlihatkan rekaman SUV listrik off-road menerobos genangan air cukup dalam, hingga setinggi ban mobil. Perlu dicatat, meski diklaim memiliki sistem kelistrikan yang terlindungi, kendaraan listrik tetap memiliki batas aman ketika harus melintas di genangan air. Pemilik bengkel spesialis Dokter Mobil di Jakarta, Lung Lung, mengatakan, secara konstruksi mobil listrik memang sudah dibekali perlindungan terhadap air. Namun, tingkat kekedapannya tidak selalu bisa dipastikan, terlebih saat kendaraan benar-benar terendam. “Sebenarnya, kalau memang build quality-nya bagus, mobil listrik kalau cuma sekadar terabas banjir tidak ada masalah. Masalahnya, kita tidak pernah tahu seberapa kedap sistemnya,” ujar Lung Lung kepada Kompas.com, Selasa (13/1/2026). Menurut dia, salah satu komponen paling rentan adalah inverter. Komponen ini berfungsi mengatur aliran listrik dari baterai ke motor penggerak, namun tidak dirancang untuk terendam air. Chery J6T “Inverter itu tidak didesain untuk dicelupin ke air. Kalau keciprat-ciprat sedikit masih oke, tapi jangan sampai benar-benar terendam. Kalau sudah kena air, biasanya langsung korsleting, rusak, dan tidak bisa diperbaiki lagi,” kata dia. Selain inverter, komponen lain yang juga perlu diperhatikan adalah sistem pelumasan. Beberapa mobil listrik masih menggunakan oli transmisi atau oli gardan, tergantung desain pabrikan. “Kalau sudah menerjang banjir, kondisi oli harus dicek. Kalau tercampur air harus diganti. Kalau tidak, ya tidak apa-apa. Tapi itu tergantung jenis mobil listriknya,” ujar Lung Lung. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa menerjang banjir dengan mobil listrik tetap memiliki risiko keselamatan, termasuk potensi tersengat listrik tegangan tinggi. “Bisa tidak kesetrum? Bisa. Listrik DC 12 volt saja bisa dipakai buat nyetrum ikan. Di mobil listrik itu bisa sampai 600 volt DC. Kalau manusia kena, ya bisa fatal,” ucapnya. Test drive mobil listrik murah Baru, Seres E1, di GIIAS 2023" data-caption-en= Karena itu, Lung Lung mengaku tidak pernah menyarankan konsumennya untuk memaksakan mobil listrik melintasi banjir. Menurut dia, batas aman genangan air sebaiknya tidak lebih dari setengah tinggi ban. “Kalau menurut saya, setengah ban itu sudah maksimal. Lebih dari itu, risikonya besar. Saya pribadi tidak pernah menyarankan mobil listrik menerjang banjir, karena kita tidak tahu hasil akhirnya seperti apa,” kata dia. Dengan semakin banyaknya populasi mobil listrik di Indonesia, pemahaman soal batas aman berkendara di kondisi ekstrem seperti banjir menjadi penting, agar tidak berujung pada kerusakan mahal maupun ancaman keselamatan pengemudi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang