Di tengah tren elektrifikasi kendaraan niaga, Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) masih mengandalkan Colt L300 sebagai tulang punggung di segmen kendaraan niaga ringan. Pikap legendaris ini tetap menjadi pilihan utama konsumen, meski usianya telah menembus empat dekade. Head of Sales Group, Sales & Marketing Division PT MMKSI, Budi Dermawan Daulay, menilai bahwa adopsi kendaraan niaga listrik di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi biaya operasional dan harga awal kendaraan. L300 masih mempertahankan persneling di bawah setir rata perusahaan juga kondisinya belum banyak yang mengambil (L100). Mostly saat ini dari sisi cost mereka masih melihat terlalu besar, dibandingkan mungkin penggunaan BBM atau solar,” ujar Daulay, kepada Kompas.com (5/2/2026). “Jadi memang kelihatannya untuk dunia usaha, listrik belum menjadi prioritas. Brand-brand lain juga banyak (kompetitor), dan secara harga pasti masih lebih murah,” kata dia. Dalam kondisi tersebut, Mitsubishi memilih tetap mengandalkan model konvensional yang sudah terbukti di lapangan. Daulay menegaskan bahwa L300 masih menjadi andalan utama MMKSI untuk memenuhi kebutuhan kendaraan niaga ringan. Interior L300 karya Jony Audio Wonosobo “Secara harga, kalau dibandingkan dengan L100 (lebih terjangkau), secara volume juga L300 lebih besar. Daya angkut, daya guna, dan segala macam masih unggul,” kata dia. Dari sisi konsumen, minat terhadap L300 juga belum menunjukkan tanda-tanda surut. Baik konsumen perorangan maupun korporasi masih memprioritaskan aspek kepraktisan dan efisiensi biaya. “(Konsumen) masih (melirik L300). Fleet juga, untuk korporat, perusahaan-perusahaan logistik masih prefer ke L300. Saat ini (usia L300) sudah 4 dekade, sekitar 40 tahunan,” ucap Daulay. Deretan mobil pikap Mitsubishi L300 Mitsubishi Colt L300 memang menjadi salah satu pikap paling legendaris di Indonesia. Meski desainnya tak banyak berubah sejak pertama kali diperkenalkan, model ini tetap diminati pasar. Hal ini tak lepas dari karakter konsumen pikap yang cenderung lebih mengutamakan fungsi dan daya angkut ketimbang tampilan. Secara global, Mitsubishi Colt L300 pertama kali diluncurkan pada 1979, dan mulai dipasarkan di Indonesia sekitar 1981. Ilustrasi mesin Mitsubishi Colt L300 Awalnya, L300 hanya tersedia dengan mesin bensin 1.4 liter. Hingga 1984, mesin tersebut digantikan dengan mesin bensin 1.6 liter. Pada tahun yang sama, Mitsubishi juga menghadirkan opsi mesin diesel 2.3 liter. Karakter torsi besar mesin diesel membuat L300 cepat diterima sebagai kendaraan angkut andalan di berbagai sektor usaha. Memasuki era regulasi emisi yang lebih ketat, L300 tetap beradaptasi. Saat ini, pikap andalan Mitsubishi tersebut telah dibekali mesin 4N14 2.200 cc (Euro 4) yang menghasilkan tenaga 97 Tk dan torsi 200 Nm, dipadukan dengan transmisi manual 5-percepatan. Perihal harga, per Februari 2026, New Colt L300 dipasarkan dengan banderol Rp 241,6 juta untuk varian Pick Up Flat Deck dan Rp 239,1 juta untuk tipe Cab Chassis. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang