Kesadaran masyarakat tentang kebutuhan tertib berlalu lintas masih belum merata. Sebagian masih nekat melanggar dan ikut-ikutan pelanggar lainnya. Padahal, tertib berlalu lintas seharusnya bisa menjadi standar, dan melanggar adalah hal yang memalukan di mata sosial. Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving (JDDC) mengatakan, kondisi masyarakat Indonesia saat ini masih belum menganggap tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan, sebagian orang masih rendah kesadarannya. “Masih banyak dijumpai kebiasaan tertib ketika ada petugas atau kamera, bila tidak, mereka melanggar, contohnya pakai helm bukan di kepala malah di siku atau di lutut, nanti sampai di perempatan baru dipakai,” ucap Jusri kepada KOMPAS.com, Kamis (29/1/2026). Menurut Jusri, ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas linier dengan hadirnya petugas di lapangan. Sebagai contoh lain, lampu merah diterobos, lawan arah dan sebagainya bila tak ada polisi. “Pola pikir masyarakat masih pragmatis, yang penting cepat sampai, ini juga didukung dengan kebiasaan pengendara lain dan lemahnya penegakkan hukum, yang lain melanggar boleh, lebih mudah, kenapa pilih yang ribet,” ucap Jusri. Tangkapan layar vidio yang memperlihatkan Aksi Ugal-ugalan pemotor tanpa helm di Benda Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Kasus lawan arus, hal itu dianggap pelanggaran kecil, sebentar, dan lebih praktis. Mereka tidak memikirkan dampak bahayanya dan memicu masyarakat melakukan hal sama. Jusri menjelaskan, bila kondisi tersebut dibiarkan, akan terus tumbuh budaya tak tertib berlalu lintas. “Kebiasaan masyarakat melanggar ini mencerminkan bahwa tertib berlalu lintas belum jadi gaya hidup, mereka masih terpaku pada pengawasan, maka dari itu penegakkan hukum harus dipertegas,” ucap Jusri. Selian penegakkan hukum tegas, polisi juga tetap harus hadir untuk memberikan atensi langsung ke masyarakat. Dengan demikian, mereka akan terpaksa di awal dan lama-lama menjadi terbiasa. Hindari Operasi Marano, Pengendara Putar Balik Hingga Nekat Lawan Arah *** Local Caption *** Hindari Operasi Marano, Pengendara Putar Balik Hingga Nekat Lawan Arah “Sebagian orang di kota besar sudah sadar bahwa akan selalu memakai helm saat bepergian, selain lebih aman ini peluang di jalan ketemu polisi cukup besar, berasal dari ancaman tersebut akan muncul gaya hidup tertib berlalu lintas,” ucap Jusri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang