Gaya berkendara menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi konsumsi daya baterai pada mobil listrik. Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia, mengatakan, meski menggunakan sumber tenaga berbeda, prinsip berkendara hemat energi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mobil bensin. Pengemudi mobil listrik tetap perlu memperhatikan pola akselerasi agar konsumsi energi tidak boros, baik digunakan di dalam kota maupun perjalanan luar kota. bodykit Aion V "Kalau misalkan kita mau dalam kota atau luar kota, yang pasti prinsipnya juga sama kayak mobil bensin. Jangan terlalu sering berakselerasi tiba-tiba," ujarnya kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Menurut Iqbal, karakter tenaga instan pada mobil listrik justru bisa menjadi jebakan jika tidak dikendalikan dengan baik. Akselerasi mendadak atau terlalu agresif akan membuat baterai cepat terkuras. "Gampangannya adalah gasnya diinjek secara mendadak secara terlalu dalam itu juga jangan. Karena itu akan mengkonsumsi baterainya cukup besar ketika kita kickdown," ujarnya. Selain itu, pemilihan mode berkendara juga berperan besar dalam menjaga efisiensi penggunaan energi. Aion UT Kebanyakan mobil listrik saat ini sudah dilengkapi berbagai mode, termasuk mode hemat energi yang dirancang untuk penggunaan harian di perkotaan. "Terus kemudian kalau dalam kota sih pasti kami sarankan untuk menggunakan mode power safe atau eco ya. Kalau di kita namanya power safe, jadi itu akan lebih menghemat penggunaan baterai," katanya. Menurut Iqbal, secara umum, menjaga daya tahan baterai mobil listrik tidak memerlukan teknik khusus yang rumit. Pengemudi cukup menghindari akselerasi berlebihan, menjaga kecepatan stabil, serta memanfaatkan fitur efisiensi yang tersedia pada kendaraan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang