Perjalanan mudik menggunakan mobil pribadi membutuhkan persiapan kendaraan yang matang agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Salah satu komponen penting yang tidak boleh diabaikan adalah kondisi ban, karena ban menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Ban yang tidak dalam kondisi prima berisiko menimbulkan berbagai masalah selama perjalanan, mulai dari berkurangnya daya cengkeram hingga potensi pecah ban saat melaju di kecepatan tinggi. Fachrul Rozi, Customer Engineering Support di Michelin Indonesia, mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait kondisi ban sebelum melakukan perjalanan mudik. Ban mobil Suzuki XL7 Hybrid tipe Alpha Menurut dia, pengemudi perlu memastikan kondisi ban utama masih dalam keadaan layak pakai sebelum berangkat. “Pastikan kondisi ban masih layak pakai, sebaiknya diperiksa menyeluruh saat melakukan servis kendaraan, pastikan ketebalan alur ban masih diatas TWI, tidak ada kerusakan seperti bekas sayatan, keausan yang tidak rata, tambalan yang terlalu banyak,” kata Fachrul kepada Kompas.com, Senin (9/3/2026). Selain kondisi fisik ban, tekanan angin juga harus diperhatikan agar kendaraan tetap stabil saat membawa penumpang dan barang. “Pastikan tekanan angin sesuai dengan rekomendasi kendaraan, tekanan angin harus disesuaikan juga dengan berat total penumpang dan barang,” kata Fachrul. Ia juga mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak melupakan kondisi ban cadangan. “Cek tekanan angin pada ban serep, berikan tekanan angin yang lebih tinggi pada ban serep agar ban serep selalu dalam kondisi siap saat dibutuhkan,” kata Fachrul. Dengan memastikan kondisi ban dalam keadaan prima sebelum berangkat, pengemudi dapat meminimalkan risiko di jalan dan membuat perjalanan mudik menjadi lebih aman serta nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang