Istirahat sejenak saat melakukan perjalanan jauh kerap dimanfaatkan pengemudi dengan tidur di dalam mobil. Cara ini dianggap praktis dan lebih hemat, terutama ketika enggan mencari penginapan. Namun, di balik kenyamanan tersebut, ada aspek keselamatan yang kerap luput diperhatikan, yakni sirkulasi udara di dalam kabin. Menurut Gunawan, pemilik Premium99 AC, sirkulasi udara menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan saat beristirahat di dalam mobil, terutama jika mesin dan AC dibiarkan menyala dalam waktu lama. “Yang paling penting itu bukan sekadar AC hidup atau mati, tapi bagaimana udara di dalam kabin tetap bersirkulasi. Kalau mobil tertutup rapat dalam waktu lama, kualitas udara bisa menurun,” kata Gunawan kepada Kompas.com, Sabtu (2/5/2026). Ia menjelaskan, penggunaan AC secara terus-menerus di dalam mobil yang tertutup rapat memang membuat suhu tetap nyaman. Namun, tanpa adanya pertukaran udara dari luar, kondisi di dalam kabin bisa menjadi kurang ideal untuk pernapasan. Gunawan menyarankan agar pengemudi tetap memberikan celah ventilasi, misalnya dengan membuka sedikit jendela. Cara ini dapat membantu menjaga adanya pertukaran udara sehingga tidak sepenuhnya terjebak di dalam kabin. Ilustrasi AC mobil Selain itu, durasi istirahat juga perlu diperhatikan. Ia menyebut, beristirahat di dalam mobil sebaiknya tidak dilakukan dalam waktu terlalu lama, apalagi hingga berjam-jam tanpa jeda. “Kalau hanya beberapa jam untuk istirahat masih wajar, tapi tetap harus ada jeda dan cek kondisi. Jangan sampai terlalu lama tanpa sirkulasi udara yang baik,” ujarnya. Gunawan juga mengingatkan agar pengemudi tidak hanya fokus pada aspek keamanan dari potensi tindak kriminal, seperti mengunci pintu dan menutup rapat jendela, tetapi melupakan faktor kesehatan di dalam kabin. Dengan memperhatikan sirkulasi udara dan durasi istirahat, risiko yang mungkin timbul saat beristirahat di dalam mobil dapat diminimalkan. Terlebih saat perjalanan jauh, keselamatan tidak hanya ditentukan saat kendaraan melaju, tetapi juga ketika pengemudi memutuskan untuk berhenti dan beristirahat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang