Sejumlah ruas di Tol Trans-Jawa dikenal memiliki tingkat risiko kecelakaan yang cukup tinggi, terutama saat arus kendaraan meningkat seperti pada periode mudik Lebaran. Karena itu, pengemudi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama melintas di jalur tersebut. Perhatian ini kembali mencuat setelah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan bus PO Haryanto dan beberapa mobil penumpang di ruas Tol Pemalang–Batang, Jawa Tengah, baru-baru ini. Insiden tersebut diduga terjadi karena pengemudi kehilangan kendali saat berkendara di jalan tol. Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, karakter jalan tol yang panjang, lurus, dan relatif monoton dapat memicu penurunan konsentrasi pengemudi. Menurut dia, kondisi tersebut dapat menyebabkan fenomena highway hypnosis, yaitu kondisi ketika pengemudi tetap mengemudi tetapi kesadarannya menurun sehingga respons terhadap situasi di jalan menjadi lambat. Sony menjelaskan, pengemudi juga perlu mengantisipasi kondisi cuaca, terutama terik matahari saat perjalanan siang hari. “Hindari terik matahari dengan menggunakan kacamata hitam serta memanfaatkan sun visor pada kendaraan,” kata Sony, kepada Kompas.com, Senin (16/3/2026). Impresi berkendara HR-V hybrid di Tol Transjawa Selain itu, pengemudi juga disarankan menerapkan teknik defensive driving untuk menjaga konsentrasi selama berkendara di jalan tol. “Hindari terjadinya highway hypnosis dengan menerapkan teknik defensive driving, seperti menggerakkan pandangan secara berkala ke spion, arah depan, dan panel instrumen kendaraan,” kata Sony. Ia juga menyarankan pengemudi menerapkan commentary driving, yakni teknik mengomentari kondisi lalu lintas secara mental untuk membantu menjaga fokus. “Selain itu, pengemudi juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan serta menyesuaikan kecepatan kendaraan,” kata Sony. Ia menambahkan, pengemudi perlu menjaga kondisi tubuh tetap rileks selama berkendara dan tidak memaksakan diri saat mulai merasa lelah. Menurut Sony, istirahat secara teratur menjadi langkah paling efektif untuk menjaga konsentrasi selama perjalanan jarak jauh. Pengemudi juga disarankan tidak terlalu mengandalkan cara-cara sementara untuk mengatasi rasa kantuk, seperti merokok, minum kopi, atau mengonsumsi camilan. Menurut dia, cara tersebut hanya bersifat sementara dan tidak benar-benar menghilangkan rasa kantuk. Bus PO Haryanto terlibat kecelakaan beruntun di Tol Batang pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. “Langkah tersebut boleh dilakukan jika memang sudah tidak dapat menahan rasa kantuk, namun sebaiknya hanya dilakukan saat menuju rest area terdekat untuk segera beristirahat,” kata Sony. Karena itu, pengemudi yang melintasi Tol Trans-Jawa diimbau untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum memulai perjalanan, serta tidak ragu berhenti sejenak jika mulai merasa lelah atau kehilangan konsentrasi. Sony juga mengingatkan agar pengemudi tidak terlalu mengandalkan cara-cara sementara untuk mengatasi rasa kantuk, seperti merokok, minum kopi, atau mengonsumsi camilan. Menurut dia, cara tersebut hanya bersifat sementara dan tidak benar-benar menghilangkan rasa kantuk. "Merokok, ngopi, ngemil, sifatnya sementara. Hanya mensiasati kondisi kantuk, padahal kantuknya masih menempel. Boleh juga kalau sudah tidak tahan, tetapi hanya saat menuju rest area terdekat," kata Sony. Karena itu, pengemudi yang melintasi Tol Trans-Jawa diimbau untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum memulai perjalanan, serta tidak ragu berhenti sejenak jika mulai merasa lelah atau kehilangan konsentrasi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang