Selain keterampilan berkendara, masalah keselamatan di jalan raya saat mengemudi juga didukung kedisiplinan dalam menerapkan defensive driving. Apalagi di tengah dinamika lalu lintas, pengendara dituntut selalu waspada, mampu memprediksi potensi bahaya, serta mengambil keputusan secara tepat untuk meminimalkan risiko saat berkendara. Perlu diketahui, defensive driving merupakan cara berkendara yang menekankan sikap proaktif, bukan reaktif. Pengendara akan lebih antisipatif terhadap situasi di sekitar kendaraan serta membaca potensi risiko selama perjalanan. Menurut Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), melalui pendekatan tersebut akan membantu pengemudi dalam mengambil keputusan secara tepat di berbagai kondisi lalu lintas. Ilustrasi jalan tol “Potensi risiko perjalanan selalu ada, termasuk saat lalu lintas meningkat, seperti pada periode libur panjang. Agar semua pengguna jalan bisa meminimalisasi potensi tersebut bersama-sama, akan lebih baik jika kita menerapkan defensive driving,” ucap, Jumat (29/5/2026). Hariadi mengatakan, ada beberapa panduan sederhana untuk menerapkan defensive driving dalam perjalanan, yakni: Sebelum berkendara, pastikan mobil siap jalan: Periksa ban, rem, lampu, wiper, dan cairan kendaraan sebelum perjalanan jauh. Saat berkendara, jaga jarak aman: Beri ruang cukup dengan kendaraan di depan agar memiliki waktu untuk bereaksi. Gunakan lajur dengan benar: Hindari pindah lajur mendadak dan selalu menyalakan lampu sein sebelum berpindah jalur. Pantau kondisi sekitar: Periksa kaca spion secara berkala, termasuk area belakang kendaraan, agar lebih siap menghadapi pergerakan kendaraan lain. Atur kecepatan dan emosi: Ikuti batas kecepatan, tetap tenang, dan hindari berkendara agresif. Beristirahat saat lelah: Jika konsentrasi mulai menurun, berhenti sejenak di rest area atau lokasi aman. Tak kalah penting, penggunaan kamera pemantau perjalanan juga bisa menjadi salah satu alat penting dalam perjalanan. Perangkat ini berperan sebagai alat dokumentasi sekaligus memberikan rasa tenang jika terjadi kondisi tidak terduga. Test drive Suzuki Fronx Suzuki sendiri sudah melengkapi produknya dengan perangkat tersebut pada model XL7 Alpha Hybrid berupa fitur Smart e-Mirror. Keberadaannya bisa diibaratkan sebagai mata tambahan yang memberikan tiga manfaat, yakni: Meningkatkan area pandang dan mengurangi blind spot. Posisi kamera di pintu bagasi dengan sudut kamera lebar memberikan pandangan ke belakang mobil secara lebih jelas tanpa terhalang barang bawaan atau penumpang di dalam kabin. Membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Tampilan visual yang lebih terang dan stabil memungkinkan pengendara merespons situasi jalan dengan lebih baik. Dalam praktik defensive driving, kemampuan mengenali potensi bahaya lebih awal menjadi nilai tambahyang sangat penting untuk menjaga keselamatan. Data rekaman perjalanan lebih akurat. Perangkat memiliki kemampuan untuk melakukan perekaman pada area depan dan belakang kendaraan. Pemilik kendaraan seperti memiliki CCTV apabila terdapat suatu hal yang memerlukan bukti rekaman perjalanan. Smart e-mirror Suzuki XL7 hybrid “Kehadiran fitur ini menjadi relevan bagi konsumen yang membutuhkan visibilitas tambahan, terutama saat berkendara bersama keluarga, membawa barang bawaan, atau menempuh jalur antarkota dengan kondisi lalu lintas beragam,” kata Hariadi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang