Pola tidur yang berubah selama bulan puasa membuat sebagian orang harus bangun lebih awal untuk sahur. Kondisi kurang tidur pun berpotensi memengaruhi konsentrasi dan keselamatan saat berkendara di jalan. Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengatakan kurang tidur dapat menimbulkan efek serupa dengan berkendara dalam kondisi lelah. “Sangat berpengaruh untuk keselamatan berkendara. Karena jika kita kurang tidur, maka bisa membuat efek seperti berkendara dalam kondisi lelah, refleks melambat, dan mudah mengantuk. Untuk solusinya, biasakan tidur lebih awal dan jangan begadang tanpa alasan yg penting,” ujar Agus, kepada Kompas.com, Rabu (18/2/2026). Ia menjelaskan, refleks yang melambat membuat pengendara lebih lambat merespons situasi di jalan, seperti pengereman mendadak atau perubahan kondisi lalu lintas. Risiko kecelakaan pun meningkat karena konsentrasi tidak optimal. Pendapat serupa disampaikan Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana. Menurut dia, kurang tidur berdampak langsung pada kemampuan visual dan pengambilan keputusan pengendara. Situasi kemacetan parah di ruas Jalan Outer Ring Road (JORR), Jakarta Barat arah Kembangan menuju Cengkareng, Jumat (31/10/2025) “Kurang tidur membuat mata dipaksakan terbuka dan efeknya mata merah, perih, daya penglihatan terganggu. Pengaruh terhadap otak membuat cara berpikir atau akal sehatnya terganggu sehingga tidak dapat mengambil keputusan secara benar,” kata Sony. Gangguan pada fungsi otak membuat pengendara lebih sulit menilai jarak, membaca situasi, hingga mengambil keputusan cepat saat kondisi darurat. Karena itu, pengendara disarankan mengatur pola istirahat selama bulan puasa, seperti tidur lebih awal setelah tarawih, menghindari begadang yang tidak perlu, serta memanfaatkan waktu istirahat singkat di siang hari. Dengan kondisi tubuh yang cukup istirahat, fokus berkendara dapat tetap terjaga sehingga perjalanan selama bulan Ramadan berlangsung lebih aman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang