Mengemudi di musim hujan menuntut perhatian ekstra, terutama soal kondisi ban kendaraan. Ban yang sudah aus tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko aquaplaning, yaitu kondisi ketika mobil kehilangan traksi akibat lapisan air di permukaan jalan, yang bisa berujung pada hilangnya kendali. Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan turun merata di seluruh wilayah Jakarta. Mayoritas wilayah Jakarta diguyur hujan lebat. Selain itu, suhu di Jakarta berkisar 23–29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara sekitar 72–95 persen, kondisi yang membuat jalan lebih licin dan potensi aquaplaning meningkat. Menurut Fachrul Rozi, Product Manager Michelin Indonesia, kondisi tapak ban yang masih baik sangat penting untuk keselamatan pengendara. "Ban yang aus tidak mampu membuang air secara efektif saat melintasi genangan, sehingga kemungkinan aquaplaning meningkat drastis," kata Rozi kepada Kompas.com, Kamis (16/1/2026). Ilustrasi ban aus. Rozi menambahkan, pengendara sebaiknya rutin memeriksa kedalaman tapak ban. “Idealnya, ban diganti jika ketebalan tapak sudah mencapai batas minimum 1,6 mm. Namun, untuk keamanan ekstra saat musim hujan, disarankan mengganti ban lebih awal sebelum mencapai batas tersebut,” ujarnya. Selain mengganti ban yang aus, pengendara juga perlu menjaga tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan. Tekanan ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa memperburuk risiko slip di jalan basah. Tak kalah penting, pengemudi harus menyesuaikan kecepatan saat melintasi genangan. “Meski ban masih baru, mengemudi terlalu cepat di genangan tetap berisiko menyebabkan aquaplaning,” ujar Rozi. Jika membeli ban baru hanya dua buah, pasang ban tersebut pada axle belakang. Hal ini membantu meminimalisir risiko aquaplaning karena ban belakang yang baik menjaga stabilitas kendaraan saat melintasi genangan air. Perawatan rutin ban seperti rotasi dan balancing juga dianjurkan agar kinerja ban tetap optimal. Ban yang terawat baik akan membuang air lebih efektif dan mempertahankan traksi saat hujan. Dengan memerhatikan kondisi ban, pemasangan ban baru yang tepat, dan menyesuaikan gaya berkendara dengan kondisi cuaca, pengendara tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain dari potensi kecelakaan akibat aquaplaning. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang