Intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia mulai meningkat pada momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kondisi ini patut diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang bepergian ke luar kota menggunakan mobil pribadi dan melintasi jalan tol. Pasalnya, risiko kecelakaan akibat aquaplaning cukup besar. Terlebih di jalan tol, di mana rata-rata kecepatan kendaraan lebih tinggi dibandingkan jalan non-tol. Perlu diketahui, aquaplaning merupakan kondisi ketika roda atau ban mobil kehilangan cengkeraman saat melintasi genangan air. Fenomena ini lebih sering terjadi pada kecepatan tinggi. Aquaplaning merupakan risiko yang mengintai pengendara saat berkendara di musim hujan. Saat aquaplaning terjadi, mobil menjadi sulit dikendalikan karena permukaan ban tidak menapak ke aspal sehingga kehilangan traksi. Oleh karena itu, aquaplaning kerap dianggap sebagai bahaya laten bagi pengendara. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan aquaplaning merupakan bahaya tersembunyi saat berkendara di musim hujan, khususnya ketika kendaraan melaju kencang di jalan tol. “Sebenarnya ini sudah seperti hukum fisika. Saat hujan dan lintasan basah, kondisinya tentu berbeda dengan aspal kering. Selain potensi aquaplaning, jarak pengereman juga akan lebih panjang akibat permukaan jalan yang licin,” ujar Jusri kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Ilustrasi aquaplaning Jusri menjelaskan, ketinggian roda yang melayang saat mengalami aquaplaning sangat bervariasi, tergantung pada kecepatan kendaraan. Artinya, semakin tinggi kecepatan mobil, semakin besar pula risiko terjadinya aquaplaning. Dampak yang paling terasa saat mobil mengalami aquaplaning adalah hilangnya kendali kendaraan akibat oversteer. Bahkan, dalam sejumlah kasus, kondisi ini dapat menyebabkan mobil terpelanting. Cegah Aquaplaning Untuk menghindari dampak buruk aquaplaning, Jusri menyarankan pengendara mengurangi kecepatan dan menghindari gaya berkendara agresif saat hujan. Hal ini juga penting dilakukan mengingat ketika hujan lebat, maka visibilitas atau jarak pandang berkendara akan berkurang. Ilustrasi berkendara di musim hujan Tak kalah penting, pengendara juga harus rutin mengecek kondisi ban. Pastikan permukaan ban masih layak pakai, tidak aus atau botak, serta tekanan udara selalu sesuai rekomendasi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang