Aquaplaning kerap terjadi saat musim hujan. Belum lama ini, video viral di media sosial memperlihatkan pengemudi Toyota Kijang Innova mengalami aquaplaning namun berhasil selamat. Diunggah oleh akun TikTok @ffhhddllyy9, belum lama ini, terlihat Innova berwarna hitam mengalami aquaplaning saat melaju di atas jalan tol MBZ. Mobil tersebut tergelincir dan berputar, hampir menabrak pembatas jalan. Beruntung sopir tersebut cukup lihai dalam bermanuver. Sehingga, mobil dapat kembali dikendalikan tanpa menabrak pembatas jalan. Video TikTok: https://www.tiktok.com/@ffhhddllyy9/video/758... Redaksi sudah mencoba menghubungi pemilik akun untuk meminta keterangan lebih lanjut. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada balasan. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, aquaplaning sering kali berbuah kecelakaan akibat dua hal, yaitu pengemudi salah bereaksi dan panik. "Aquaplaning adalah kondisi di mana ban sedang hilang kontak dengan alas jalan akibat adanya lapisan air (genangan)," ujar Sony kepada Kompas.com, belum lama ini. Aquaplaning merupakan risiko yang mengintai pengendara saat berkendara di musim hujan. Sony menambahkan, biasanya kondisi tersebut diperparah oleh ban yang sudah botak, kecepatan yang tinggi, koreksi setir yang berlebihan, atau pengemudinya menginjak pedal rem. "Jadi, saat terkena aquaplaning, pastikan tidak menginjak pedal rem dan tidak menginjak pedal gas yang keduanya bisa membuat putaran roda kanan dan kiri berbeda," kata Sony. Ilustrasi aquaplaning "Antisipasi yang harus dilakukan oleh pengemudi dibagi dua. Aquaplaning dengan kecepatan di bawah 80 km/jam, cukup counter steer berlawanan arah dari oversteer kendaraan," ujarnya. Sedangkan yang kedua, menurut Sony, aquaplaning dengan kecepatan di atas 80 km/jam, putar setir searah dengan oversteer kendaraan. Tujuannya adalah mobil berputar di porosnya. Namun, tidak semua pengemudi berani melakukan manuver tersebut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang