Tabrakan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Tol Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ), Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) selaku pengelola langsung melakukan penanganan dan evakuasi kendaraan. Tabrakan beruntun berawal dari kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek melintas di lajur dua. "Kendaraan pertama mengurangi kecepatan, tiga kendaraan di belakangnya kurang antisipasi untuk jaga jarak aman, sehingga terjadi insiden beruntun," ucap Desti Anggraeni, GM Operasi dan Pemeliharaan PT JJC dalam keterangan resmi, Sabtu (27/12/2025). Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan, tabrakan beruntun di jalan tol bisa terjadi akibat ketidakselarasan kecepatan dan tidak menjaga jarak aman. Tabrakan beruntun sering terjadi di Indonesia karena kebanyakan pengguna jalannya memiliki tiga karakter, yakni malas gerak, kurang sabar, dan over speed. "Malas gerak atau mager, diam saja di lajur kanan. Padahal lajur itu hanya untuk mendahului," kata Sony kepada Kompas.com, Sabtu (27/12/2025). Pengemudi yang berisiko terlibat tabrakan beruntun juga memiliki karakter kurang sabar. Mereka biasanya terlalu memepet dengan kendaraan yang ada di depannya. "Ketiga, over speed di lajur kanan karena merasa itu lajurnya dan yang lain harus minggir," kata Sony. Perlu dicatat, mengemudi di jalan raya harus mengutamakan keselamatan. Paling sederhana untuk mencegah terlibat tabrakan beruntun adalah dengan menjaga jarak aman, sehingga ada ruang antisipasi kalau kendaraan di depannya mengerem mendadak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang