Aturan penggunaan lajur kanan di jalan tol masih menjadi perhatian karena banyak pengemudi yang belum menggunakannya sesuai fungsi. Padahal, sesuai aturan dan etika berkendara yang berlaku secara umum, lajur kanan memiliki fungsi khusus, yakni untuk mendahului atau menyalip kendaraan lain. Penggunaan lajur yang tidak sesuai dapat mengganggu kelancaran lalu lintas hingga meningkatkan risiko kecelakaan. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan aturan berkendara di jalan tol sebenarnya sudah baku dan seluruh pengguna jalan wajib mematuhinya demi menciptakan ketertiban dan keselamatan. Jalan Tol Jakarta-Cikampek Namun, menurut Sony, masih banyak pengemudi yang salah memahami fungsi lajur kanan."Salah satu yang masih salah kaprah adalah penggunaan lajur kanan. Menurut aturan, lajur tersebut digunakan hanya saat mendahului atau menyusul kendaraan lain, itupun harus dengan perhitungan yang matang," kata Sony kepada Kompas.com, Minggu (31/5/2026). Ia menjelaskan, pengemudi tidak boleh berlama-lama berada di lajur kanan setelah proses mendahului selesai. "Selain tidak lebih dari dua menit, lajurnya harus kosong dan tidak digunakan untuk stay atau mager. Jika tidak memiliki kecepatan yang lebih tinggi sekitar 20 km/jam dari kendaraan yang disusul, sebaiknya urungkan niat mendahului karena akan menyebabkan phantom traffic," uucapnya. Sony menambahkan, fenomena phantom traffic merupakan kondisi ketika kemacetan muncul tanpa adanya hambatan fisik seperti kecelakaan atau penyempitan jalan. Kondisi ini biasanya dipicu oleh perilaku pengemudi yang menghambat arus kendaraan di lajur kanan. Karena itu, pengendara diimbau untuk menggunakan lajur kanan sesuai fungsinya, yakni hanya untuk mendahului kendaraan lain dan segera kembali ke lajur kiri setelah manuver selesai. Dengan disiplin berlalu lintas, arus kendaraan di jalan tol dapat tetap lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang