Memiliki koleksi helm premium sering kali membuat pemiliknya sayang untuk menggunakan peranti tersebut setiap hari. Alhasil, helm lebih banyak menghabiskan waktu di dalam lemari atau ruang pajang sebagai koleksi. Namun, menyimpan helm dalam waktu lama ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika salah langkah, komponen interior seperti busa dan kulit sintetis pada bagian bawah helm justru bisa rusak atau mengelupas meskipun jarang terkena keringat. Aditya Wahyu Nugroho, pemilik bengkel spesialis servis helm 1DS Inside, menyarankan agar helm yang jarang dipakai sebaiknya tetap disimpan di tempat yang terlindung dari debu dan kelembapan ekstrem. Ragam helm premium di Jakarta Fair 2017 "Kalau bisa dimasukin di dalam dus bawaannya. Di lemari kaca juga boleh, selama tempatnya bukan tempat lembap. Paling bagus memang kalau simpan helm itu di dalam lemari kaca karena kaca itu kan menyesuaikan suhunya," ujar Wahyu kepada Kompas.com belum lama ini. Selain faktor lokasi penyimpanan, hal yang sering disepelekan adalah posisi meletakkan helm. Banyak orang langsung menaruh helm begitu saja di atas permukaan keras secara tegak. Kebiasaan ini ternyata berdampak buruk pada bagian bawah interior helm. "Banyak orang kan taruhnya ya entah di kaca atau di apa kan ditaruh saja begini (tegak). Dia lama-lama nanti kulit sintetisnya rusak, ngeletek," kata Wahyu. Untuk menghindari hal tersebut, Wahyu menyarankan penggunaan tatakan khusus. Sebagai contoh, merek helm Arai memiliki tatakan berbahan styrofoam yang didesain khusus untuk menjaga kelembapan bagian bawah helm dengan lebih baik. Selain itu, Wahyu juga memberikan koreksi terkait penggunaan aksesori yang populer di kalangan pecinta helm, yaitu donat helm. Banyak yang mengira bantalan berbentuk donat tersebut adalah tempat untuk memajang helm dalam waktu lama. "Donut helm ini sebenarnya bukan untuk tempat display helm, tapi tempat untuk maintenance helm (saat dibersihkan atau diservis). Andai pun kawan-kawan mau beli donat helm seperti ini, naruhnya juga bukan begini (tegak), tapi harus miring," ucap Wahyu. Dengan meletakkan helm secara miring atau menggunakan tatakan yang tepat, tekanan pada bagian bawah helm bisa berkurang sehingga material kulit sintetis tidak mudah pecah atau terkelupas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang