Banyak orang mengira mobil matik yang jarang dipakai atau bahkan disimpan lama di garasi justru lebih awet karena minim penggunaan. Padahal kenyataannya bisa sebaliknya. Sebab, komponen di dalam mesin dan transmisi justru berisiko rusak kalau terlalu lama diam. Budi Novianto, pemilik bengkel spesialis transmisi Cakrawala Matic Solutions di Cibinong, mengatakan bahwa mobil yang jarang digunakan tetap perlu dipanaskan secara berkala. Tuas Transmisi 4AT Suzuki Fronx GL “Sebenarnya justru sebaliknya. Mobil matik yang jarang dipakai tetap harus diajak jalan sesekali,” ujar Budi, kepada Kompas.com (3/11/2025). “Setidaknya sebulan sekali, agar komponen di dalam mesin dan transmisi tetap bergerak. Kalau tidak pernah digerakkan, bisa terjadi kemacetan atau kegagalan fungsi,” kata dia. Ia menggambarkan kondisi itu dengan perumpamaan air, yang berada di tempat mengalir bakal lebih bersih, ketimbang air yang berada di tempat yang menggenang. Menurut Budi, mobil yang disimpan terlalu lama di tempat lembap juga berisiko mengalami kerusakan lain. “Kabel bisa putus, rem bisa macet, dan komponen logam bisa korosi,” ucap Budi. Agar aman, Budi menyarankan pemilik mobil koleksi atau unit yang jarang dipakai, seperti mobil showroom atau mobil kondisi dengan odometer rendah, untuk melakukan penyegaran total sebelum digunakan kembali. Mobil bekas di Bathara Motor Solo “Kalau saya, biasanya menyarankan pemilik mobil yang sudah lama tidak dipakai untuk ganti semua oli dan filter, termasuk oli mesin, transmisi, dan gardan (khusus mobil penggerak belakang). Supaya benar-benar yakin semua sistem dalam kondisi sehat,” katanya. Dengan kata lain, mobil matik yang diam terlalu lama bukan berarti bebas masalah. Justru perawatan rutin dan pemanasan berkala jadi kunci agar sistem transmisi tetap sehat dan siap pakai kapan saja. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.