Mobil matik butuh pemanasan sebelum digunakan, yakni dengan tidak memberi beban kerja sebelum mesin mencapai suhu ideal. Pemilik kendaraan tidak boleh memposisikan tuas transmisi di drive (D). Sebagai awalan, cukup hidupkan mesin saat posisi transmisi masih di P atau N. Jangan terburu-buru memindahkan transmisi ke D, apabila dalam masih posisi parkir sambil memanaskan mesin mobil. Situasi ini bisa berbahaya, karena apabila tidak fokus atau kaki tidak berada di posisi pedal rem, maka mobil bisa bergerak maju karena posisi transmisi ada di D. Tanpa menginjak pedal gas pun, mobil tetap bisa maju meski pelan. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan tujuan memanaskan mesin mobil sebelum digunakan adalah mencapai suhu kerja ideal tanpa mendapatkan beban kerja. “Memposisikan tuas transmisi di D sama saja membebani mesin, sehingga tak disarankan sebelum suhu kerja ideal mesin tercapai, soal pelumasan transmisi konsumen tak perlu khawatir,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Senin (3/11/2025). Imun mengatakan, pelumasan pada transmisi terjadi ketika mesin hidup. Putaran pada torque converter dan pompa menjadi satu poros, sehingga, ketika mesin berputar akan membuat fluida bersirkulasi. “Anggapan pelumasan di transmisi tidak terjadi bila tuas belum dipindahkan ke D tidak benar, itu justru berbahaya, mobil bisa melaju bila pengemudi kurang fokus padahal mobil belum mau melaju,” ucap Imun. Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda, Aha Motor Yogyakarta mengatakan saat memanaskan mesin pada mobil matik konsumen tidak perlu memindahkan tuas transmisi, artinya cukup dibiarkan dalam posisi parking (P) saja. Ilustrasi torque converter pada AT konvensioal “Meski posisi tuas transmisinya di P, bukan berarti pelumasan tidak terjadi karena konstruksi pompa olinya bergabung dengan flywheel, sehingga dia akan ikut berputar selama mesin bekerja,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Hardi mengatakan, posisi tuas matik di P dan N secara prinsip tak mempengaruhi kerja pompa oli transmisi. Sementara itu, posisi P justru membuat mobil tertahan oleh parking pawl. “Bagian komponen tersebut akan mengubah pertautan gigi pada gardan, sehingga antara roda penggerak kanan dan kiri akan saling berhubungan, akibatnya ketika roda kanan diputar maka roda kiri akan berputar ke arah sebaliknya,” ucap Hardi. Penampakan parking pawl pada transmisi matik. Kondisi tersebut tentu saja akan memberikan dampak tersendiri ketika roda penggerak mobil menapak pada permukaan tanah yakni mobil menjadi mengunci tidak bisa bergerak, tanpa mempengaruhi kerja transmisi. “Sementara mekanikal transmisi seperti kelompok kopling, aliran oli transmisi dan sejenisnya tetap bekerja, jadi tidak benar anggapan bahwa saat memanaskan mesin perlu memindahkan tuas ke N atau D dulu,” ucap Hardi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.