Memasuki awal tahun, curah hujan tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat beberapa ruas jalan rawan tergenang air, bahkan mengalami banjir. Genangan air menuntut pengemudi mobil untuk lebih waspada. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah memastikan apakah masih aman untuk dilalui atau justru harus dihindari. Roni Agung, Kepala Bengkel Resmi Astra Peugeot di Cilandak, Jakarta Selatan mengatakan, pemahaman terhadap batas kemampuan kendaraan sangat penting saat menghadapi kondisi banjir. Genangan air di Ruas Tol Sedyatmo atau Tol Bandara Soekarno-Hatta belum sepenuhnya surut hingga Selasa pagi (13/1/2026). “Dalam kondisi banjir, kami sarankan pengendara perlu memahami batas kemampuan kendaraan dan tidak memaksakan diri melintasi genangan air yang berisiko," kata Roni dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026). Selain memperhatikan ketinggian air, menurut Roni, pengemudi juga perlu menerapkan teknik berkendara yang tepat saat melintasi genangan. "Penggunaan gigi rendah pada mobil bertransmisi manual sangat disarankan, dan mode L (low) pada mobil otomatis sangat dianjurkan guna menjaga putaran mesin tetap stabil," tulisnya. Roni menjelaskan, menjaga putaran mesin tetap stabil diperlukan agar tekanan gas buang tetap kuat sehingga air tidak mudah masuk melalui knalpot. Ilustrasi cek busi mobil Peugeot Astra Pengemudi juga perlu menjaga kecepatan kendaraan secara konstan agar tidak berhenti di tengah genangan air. Kondisi tersebut penting untuk mencegah air masuk ke sistem knalpot hingga ke ruang mesin. Jika mobil sampai berhenti di tengah genangan, risiko air masuk ke mesin akan semakin besar dan berpotensi menyebabkan kerusakan serius. Selain itu, pengemudi disarankan tidak mematikan mesin saat berada di genangan air, kecuali dalam kondisi darurat. Kendaraan memaksa melintas genangan banjir di Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2023). Apabila ragu terhadap kedalaman air atau arus yang mengalir cukup deras, langkah paling aman adalah mencari jalur alternatif atau menunggu hingga air surut. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang