Genangan air di jalan ketika hujan membuat lubang tak terlihat. Maka dari itu, penting pengendara mengantisipasi bahayanya, yakni dengan mengurangi kecepatan. Terkadang, pengendara tidak berpikir panjang ketika melihat ada genangan air, sehingga bukan memperlambat laju kendaraan, tapi justru tetap melaju konstan. Padahal, kebiasaan tersebut sangat berisiko. Bisa memicu kerusakan komponen kendaraan sampai mengancam keselamatan. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana pengendara perlu waspada terhadap bahaya lubang jalan, selain dapat merusak komponen kendaraan, halangan tersebut kerap memicu terjadinya kecelakaan. “Cara meningkatkan waspada terhadap lubang jalan paling tepat adalah dengan mengurangi kecepatan, ingat genangan air dapat menutupi lubang jalan seakan-akan terlihat rata,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Sementara menghindari lubang di jalan, menurut Sony, tidak disarankan karena menjadi kebiasaan yang tidak aman, meskipun boleh saja dilakukan. ilustrasi: Banjir di daerah Koja, Jakarta Utara Januari 2026 Lubang di jalan bisa terlihat bila pengendara menjaga jarak aman dan kecepatan, sementara dalam kecepatan tinggi tidak akan terlihat. Melibas lubang dengan kecepatan tinggi berpotensi membuat pengendara motor hilang keseimbangan. “Pertama kurangi kecepatan sesaat sebelum melibas lubang atau genangan air, boleh menghindar ke kiri atau kanan dengan asumsi di belakang aman atau kosong, dengan memastikannya lewat kaca spion,” ucap Sony. Pengendara motor berpotensi oleng ketika melewati jalan berlubang tanpa menyadarinya, terlebih lagi dslam kecepatan tinggi. Hal ini juga termasuk ketika menghindarinya dengan manuver mendadak. Jadi, saat musim hujan, pengendara wajib menyesuaikan kecepatan laju motor untuk mengantisipasi adanya lubang di jalan raya, agar risiko kecelakaan dapat ditekan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang