Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah kerap menyisakan genangan air di jalan. Kondisi ini sering dianggap sepele oleh pengendara. Genangan bisa menyembunyikan lubang, kontur jalan yang ambles, hingga benda tajam yang berisiko merusak ban. Tak jarang, setelah melintas banjir atau genangan, pengemudi baru menyadari ban bermasalah, mulai dari benjol hingga sobek. Menurut Fachrul Rozi, Product Manager Michelin Indonesia, ban menjadi komponen pertama kendaraan yang menerima dampak langsung ketika melibas jalan tergenang. Struktur ban harus menahan beban kendaraan sekaligus benturan yang tidak terlihat akibat permukaan jalan yang tertutup air. “Genangan air bisa menutup lubang jalan atau benda asing. Saat ban menghantamnya, tekanan pada dinding samping meningkat drastis dan berpotensi menyebabkan benjol atau bahkan sobekan,” kata Rozi kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026). Rozi menjelaskan, benjol pada dinding samping ban terjadi akibat rusaknya lapisan internal ban, terutama pada bagian sidewall yang relatif lebih tipis dibanding tapak. Kerusakan ini bersifat permanen dan tidak bisa diperbaiki, sehingga ban dengan kondisi benjol sebaiknya segera diganti demi keselamatan. Ban sobek bagian dinding samping karena kurang tekanan angin Selain benjol, risiko lain yang kerap muncul adalah sobekan pada tapak atau dinding ban. Banjir sering kali membawa material seperti paku, pecahan besi, atau batu tajam yang tidak terlihat oleh pengemudi. Saat ban melintas, benda tersebut bisa langsung merobek karet ban tanpa disadari. “Kerusakan akibat sobekan kadang tidak langsung terasa. Namun dalam jangka waktu tertentu, ban bisa kehilangan tekanan angin secara tiba-tiba dan berbahaya jika terjadi saat kecepatan tinggi,” ujar Rozi. Untuk meminimalkan risiko, pengemudi disarankan mengurangi kecepatan saat melintasi genangan dan menghindari jalur yang tampak lebih gelap atau bergelombang, karena sering kali menandakan lubang. Bila ragu dengan kedalaman genangan, lebih aman mencari jalur alternatif. Setelah melewati banjir atau hujan deras, Rozi juga menyarankan pengemudi memeriksa kondisi ban secara visual. Perhatikan adanya benjol, retakan, atau bekas sayatan pada tapak dan dinding samping ban, serta pastikan tekanan angin masih sesuai rekomendasi pabrikan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang