SOLO, KOMPAS.com - Musim hujan memang meningkatkan risiko reptil liar seperti ular, biawak, atau kadal masuk ke kendaraan. Fenomena ini bukan sekadar mitos, tetapi berkaitan erat dengan perubahan kondisi lingkungan saat curah hujan tinggi. Hujan deras sering membuat habitat alami reptil tergenang air. Lubang tanah, selokan, dan semak yang biasanya menjadi tempat berlindung berubah menjadi area tidak aman, sehingga reptil mencari tempat yang lebih kering. Ade Bhakti Ariawan, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengatakan berdasarkan laporan, di musim penghujan ini banyak ular dan biawak masuk ke kendaraan. “Tak cuma masuk ke motor atau mobil, tapi bisa ke dapur atau rumah, reptil punya naluri mencari tempat hangat untuk berlindung, seperti motor kap mesin mobil, sampai ada yang masuk ke dalam rumah, dekat dapur,” ucap Ade kepada KOMPAS.com, Minggu (1/2/2026). Saat musim hujan, kondisi suhu di luar cenderung lebih dingin. Sarang-sarang reptil bisa saja terendam air. Kendaraan yang diparkir, menyediakan ruang kolong yang kering dan relatif terlindung. Kondisi ini membuat kolong mobil dan motor menjadi tempat persembunyian sementara yang ideal. Seekor ular masuk ke dalam rumah warga di Jalan Dr Ratulangi Kilometer 8, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Kejadian tersebut membuat penghuni rumah panik dan segera meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo. Selain kering, mesin kendaraan yang baru digunakan masih menyimpan panas. Panas sisa mesin sangat menarik bagi reptil berdarah dingin karena membantu mereka mengatur suhu tubuh. celah pada kendaraan, seperti ruang mesin, balik bumper, dan rumah roda, memudahkan reptil masuk tanpa terlihat. Celah ini sering kali luput dari perhatian pemilik kendaraan. Risiko semakin besar pada kendaraan yang jarang digunakan atau lama diparkir di tempat lembap. Tidak adanya getaran dan aktivitas membuat reptil merasa aman untuk bersembunyi lebih lama. Herianto memamerkan ular kobra hasil tangkapannya di Pasar Kepahiang, Bengkulu. Herianto meninggal dunia setelah ular yang ia permainkan itu mematuk dirinya, Jumat (30/1/2026). “Untuk mengantisipasi, kendaraan sebaiknya menghindari parkir di dekat selokan, semak, tumpukan kayu, atau area persawahan, terutama selama musim hujan, pastikan halaman rumah tertutup dan tak ada ranting pohon luar yang merunduk di dekat pagar,” ucap Ade. Pemeriksaan rutin pada kolong, ruang mesin, dan area roda penting dilakukan, terutama setelah hujan deras atau sebelum kendaraan digunakan setelah lama diparkir. Jika reptil sudah terlanjur masuk ke kendaraan, pemilik tidak disarankan panik atau menyalakan mesin secara tiba-tiba. Tindakan ini justru bisa membuat hewan menjadi agresif. “Langkah aman adalah membuka kap mesin dan pintu kendaraan secara perlahan untuk memberi jalan keluar, serta menjauhkan orang dari sekitar kendaraan, kalau bisa jangan membunuhnya,” ucap Ade. Reptil cenderung tidak menyerang manusia, menurut Ade, kecuali merasa terancam. Ketika mereka melihat manusia akan lebih memilih kabur. Apabila reptil tidak mau keluar, bantuan petugas pemadam kebakaran, atau tim penyelamat satwa merupakan pilihan terbaik. Kesimpulannya, pencegahan rutin adalah cara paling aman untuk menghindari risiko reptil masuk kendaraan di musim hujan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang