Memasuki musim hujan, sokbreker jadi salah satu komponen motor yang paling rentan rusak. Air hujan, lumpur, dan pasir yang menempel bisa memperpendek usia pakainya jika tidak dirawat dengan benar. Rivki Gunawan, CEO GG Suspension, bengkel spesialis sokbreker di Bekasi, mengingatkan bahwa perawatan sokbreker di musim hujan tak cukup hanya dengan mencuci motor. “Musim hujan dan banjir kayak sekarang, sokbreker motor perlu perhatian ekstra,” ujar Rivki, kepada Kompas.com (2/11/2025). Ilustrasi sarung atau cover sokbreker motor matik Menurutnya, setelah motor kehujanan atau menerobos banjir, pemilik motor sebaiknya langsung menyiram bagian sokbreker dengan air bersih. “Enggak perlu cuci lengkap, yang penting lumpur dan pasir hilang dari area as. Kalau dibiarkan, lumpur nempel dan kering, saat dipakai lagi bisa bikin as baret dan sil bocor,” katanya. Rivki menjelaskan, bintik-bintik di as sokbreker biasanya muncul akibat batu kecil yang terpental dari ban atau karena kualitas lapisan krom yang tipis. salah satu ciri utama sokbreker yang sulit diservis adalah kerusakan pada bagian as atau batang utama di dalam sokbreker. Karena itu, menyiram sokbreker secara rutin menjadi cara sederhana untuk memperpanjang usianya. Selain itu, kini sudah tersedia pelumas khusus untuk as sokbreker. “Sekarang juga sudah banyak pelumas khusus buat as sokbreker, bentuknya kayak grease. Dioles sedikit saja supaya permukaan as terlindungi dari goresan,” ucap Rivki. Ia menambahkan, sokbreker orisinal bisa bertahan hingga 10 tahun jika dirawat dengan baik. Namun untuk part palsu atau berkualitas rendah, umur pakainya jauh lebih singkat, bahkan bisa bocor hanya dalam 2 hingga 8 bulan saja. Honda Scoopy tipe Stylish dan Prestige hadir tanpa kick starter Rivki mencontohkan, beberapa motor seperti Honda Beat atau Scoopy sudah dilengkapi cover sokbreker belakang yang membantu melindungi as dari cipratan air dan debu. “Itu membantu banget supaya sokbreker lebih awet. Tapi kalau sekalinya kemasukan pasir, ya tetap harus dibersihkan karena kotoran enggak akan keluar sendiri,” ujar dia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.