Banyak kasus kecelakaan menimpa pengemudi amatir. Meski sudah bisa mengemudi, bukan berarti seseorang tersebut layak dan dikatakan aman mengemudikan mobil di jalan. Kompetensi mengemudi tidak cukup hanya dengan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). SIM hanyalah bukti bahwa seseorang telah lulus ujian dasar dan secara hukum boleh mengemudi di jalan. Kemampuan mengemudi yang sesungguhnya mencakup pengalaman, keterampilan teknis, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi nyata. Banyak kondisi di jalan yang tidak sepenuhnya diajarkan saat ujian SIM. Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan seseorang yang kompeten harus memiliki skill, pengetahuan dan sikap atau attitude. “Sopir yang kompeten bukan sekedar punya skill untuk mengoperasikan mobil, namun juga harus memiliki pengetahuan yang dibutuhkan dalam mengemudi aman,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, Minggu (15/2/2026). Kemudian yang paling penting adalah sikap yang tepat untuk mengemudi dengan aman dan selamat. Pengemudi juga perlu memahami etika berlalu lintas, manajemen emosi, dan kesadaran terhadap pengguna jalan lain. Sikap berkendara defensif sangat penting untuk mencegah kecelakaan. Polisi melakukan evakuasi kendaraan saat kecelakaan di Jalan Raya Burneh “Fenomena kecelakaan pada green driver ini memang banyak terjadi, terutama pada mereka yang mendapatkan kemampuan mengemudinya secara otodidak, bukan melalui lembaga pelatihan mengemudi yang resmi dan terakreditasi,” ucap Marcell. Di lembaga kursus mengemudi yang dasarnya Competency Based Training (CBT), maka bukan hanya skill yang diajarkan namun juga pengetahuan dan sikap yang benar untuk meminimalisir risiko. Kondisi jalan yang beragam, seperti hujan lebat, tanjakan curam, kemacetan, atau jalan rusak, memerlukan keterampilan tambahan yang hanya diperoleh melalui latihan dan pengalaman. Ilustrasi tuas transmisi mobil manual Pengetahuan tentang kendaraan juga berperan, misalnya memahami fungsi rem, transmisi, dan cara menangani situasi darurat. Pengemudi yang paham kendaraannya cenderung lebih aman. Sementara itu, penentuan seseorang lulus dalam uji SIM hanya melalui beberapa uji skill dan pengetahuan dasar yang dibutuhkan seorang pengemudi. “Kemampuan dasar ini belum cukup, karena pengemudi pemula perlu adaptif dengan kondisi dan situasi jalan, itu hanya dapat dimiliki dengan berlatih langsung di jalan, dengan didampingi oleh instruktur mengemudi,” ucap Marcell. Selain itu, mobil yang digunakan untuk berlatih juga harus mobil khusus, yang memiliki emergency pedal, agar dapat meminimalisir risiko kecelakaan. Karena itu, SIM adalah syarat legal, tetapi kompetensi mengemudi adalah kombinasi antara pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan sikap yang terus berkembang seiring waktu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang