Bagi pemilik mobil, perlu diingat perawatan kendaraan tak hanya sebatas servis berkala. Ada pula sejumlah komponen berstatus non-maintenance yang tak kalah penting untuk diperhatikan kondisinya. Menurut Roni Agung, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, Jakarta Selatan, komponen dengan status non-maintenance pada dasarnya tidak memiliki jadwal penggantian teratur. Namun, umumnya komponen ini akan memberikan tanda sebelum mengalami kerusakan parah. “Komponen non-maintenance memang tidak memiliki interval penggantian tetap. Tetapi umumnya memberikan tanda sebelum benar-benar rusak. Jika gejala ini ditangani lebih awal, kerusakan lanjutan bisa dicegah dan biaya perbaikan tetap terkendali,” ujar Roni dalam keterangan resminya, Jumat (20/2/2026). Menurutnya, kerusakan pada mobil sering kali tidak terjadi secara mendadak. Banyak kasus di bengkel resmi menunjukkan gangguan besar justru diawali gejala ringan yang kerap diabaikan. Ilustrasi cek busi mobil Peugeot Astra Contohnya seperti munculnya bunyi tidak normal, getaran berlebih saat berkendara, atau adanya rembesan cairan. Tanpa Jadwal Roni menjelaskan, komponen mobil yang bersifat non-maintenance berbeda dengan komponen fast moving yang memiliki jadwal penggantian teratur dan jelas. Komponen non-maintenance biasanya diganti berdasarkan kondisi aktual. Umur pakainya sangat dipengaruhi gaya berkendara, kondisi jalan, serta faktor usia material. Beberapa komponen yang perlu menjadi perhatian pemilik mobil antara lain engine mounting yang berfungsi meredam getaran mesin agar tidak diteruskan ke kabin sehingga kenyamanan tetap terjaga. Engine Mounting "Jika mulai aus, getaran mesin akan terasa lebih kuat, terutama saat idle atau perpindahan gigi. Selain itu, komponen kaki-kaki seperti lower arm, ball joint, dan tie rod juga patut diwaspadai," ujarnya. Tanda awal keausan komponen kaki-kaki biasanya berupa bunyi saat melintasi jalan tidak rata, setir terasa kurang presisi, hingga keausan ban yang tidak merata. Berikutnya ada wheel bearing yang kerap luput dari perhatian. Kerusakan komponen ini biasanya ditandai bunyi dengung yang meningkat seiring kecepatan kendaraan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas dan kenyamanan berkendara. Pada kendaraan berpenggerak roda depan, drive shaft menjadi komponen penting lainnya. Bunyi “tek-tek” saat berbelok atau getaran ketika akselerasi bisa menjadi indikasi awal keausan. Mekanik Peugeot di Bengkel Daihatsu. Selain itu, kondisi boot pelindung drive shaft juga harus dipastikan tidak sobek agar pelumasan tetap optimal. Selang Roni menambahkan, ada beberapa komponen lain yang tak boleh diabaikan. Pasalnya, jika sampai rusak dan terlambat ditangani bisa sangat merepotkan. Contohnya selang (hose) kendaraan yang sering terabaikan, padahal bekerja dalam tekanan dan suhu tinggi. Selang radiator dapat mengeras, menggembung, atau retak seiring usia pemakaian. Jika dibiarkan, berpotensi terjadi kebocoran. Risikonya, mesin bisa mengalami panas berlebih (overheat) secara tiba-tiba. “Selang yang sudah menunjukkan tanda penuaan sebaiknya diganti sebelum bocor. Tindakan preventif jauh lebih aman dibanding menunggu hingga terjadi kerusakan,” kata Roni. Hal serupa berlaku pada selang sistem AC maupun power steering hidrolik. Kebocoran dapat menyebabkan performa pendinginan menurun atau setir terasa lebih berat. Preventif Menurut Roni, pendekatan preventif lebih efektif menjaga performa kendaraan sekaligus menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari. Mekanik Peugeot di Bengkel Daihatsu. “Dengan mengenali tanda-tanda awal keausan komponen non-maintenance, pemilik kendaraan dapat memastikan mobil tetap dalam kondisi prima serta aman digunakan dalam berbagai kondisi perjalanan,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang