Pola makan saat sahur kerap kali disepelekan. Padahal, asupan pertama sebelum menjalani puasa seharian memiliki peran penting dalam menjaga energi, konsentrasi, hingga daya tahan tubuh, termasuk saat melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi seperti berkendara. Kurangnya asupan gizi saat sahur dapat memicu rasa lemas, mengantuk, hingga sulit berkonsentrasi di siang hari. Kondisi ini tentu berisiko, terutama bagi pengendara yang harus menghadapi kepadatan lalu lintas atau menempuh perjalanan jarak jauh. dr. Annisa Nurul Kirana, M.Gizi, SpGK, mengatakan, sangat disarankan untuk makan saat sahur. Dia menyarankan untuk makan berat, tapi harus diimbangi dengan gizi yang seimbang. Ilustrasi sahur dan buka puasa Ramadhan. Sahur Saat Azan Subuh karena Kesiangan, Apakah Puasa Tetap Sah? "Jadi, boleh makan nasi 3-6 sendok, nanti lauk proteinnya dua, ditambah sayur. Nah, lauknya ini ada yang hewani dan ada yang nabati," ujar Annisa, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Menurut Annisa, kombinasi karbohidrat, protein, dan serat membantu menjaga kestabilan gula darah lebih lama. Stabilnya gula darah berkontribusi terhadap fokus dan respons tubuh, dua hal penting saat mengemudi, terlebih dalam kondisi lalu lintas yang dinamis. "Jadi, memenuhi kebutuhan protein, juga ada mineralnya. Misalnya ada telur atau ayam, di situ juga kan ada selenium, zinc, jadi mikronutrien dari makanannya jangan lupa," kata Annisa. Mengenali gejala microsleep saat mengemudi dan bahaya yang mengintai. Mikronutrien seperti selenium dan zinc berperan dalam menjaga fungsi tubuh dan sistem imun. Sementara itu, vitamin tertentu juga mendukung fungsi saraf dan kinerja otak, yang berkaitan langsung dengan konsentrasi. Annisa mengatakan, bisa juga ditambah dengan suplementasi mikronutrien. "Biasanya, kalau misalnya buat fokus, jangan lupa vitamin B-nya nih, vitamin B12, B6, B1, jadi B kompleknya jangan lupa. Jangan lupa vitamin D-nya juga," ujarnya. Ilustrasi berkendara mobil. Vitamin B kompleks dikenal berperan dalam metabolisme energi dan fungsi sistem saraf. Dengan asupan yang cukup, tubuh tidak mudah lelah dan pikiran tetap lebih waspada, sehingga risiko kesalahan saat berkendara bisa ditekan. "Sebenarnya, mikronutrien vitamin dan mineral ini banyak di nasi dan juga lauk pauk hewani, protein hewani dan juga nabati," ujar Annisa. "Jadi, kalau misalnya kita makannya sudah bagus, komposisinya gizi seimbang, itu sebenarnya sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi," kata Annisa. Dengan kata lain, sahur bukan sekadar rutinitas sebelum puasa, tetapi juga fondasi untuk menjaga keselamatan saat beraktivitas, termasuk di balik kemudi. Asupan yang tepat membantu tubuh tetap bertenaga dan pikiran tetap fokus hingga waktu berbuka tiba. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang