Konsumsi kopi saat buka puasa sering dipilih sebagian pengemudi dengan harapan bisa meningkatkan fokus sebelum kembali berkendara. Namun, minum kopi dalam kondisi perut kosong setelah seharian berpuasa ternyata tidak selalu aman bagi tubuh. Selain berisiko memicu gangguan lambung, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan konsentrasi saat mengemudi. Lantas, apakah kopi benar-benar membantu fokus berkendara, atau justru berpotensi menimbulkan dehidrasi dan masalah kesehatan lain? Berkendara dengan posisi yang ergonomis dapat membantu mengurangi risiko keluhan fisik, seperti pegal, otot kaku, hingga nyeri pada sendi dan tulang belakang. Dr. dr. Tan Shot Yen, ahli gizi masyarakat, menyarankan agar masyarakat sebaiknya tidak langsung minum kopi tepat saat berbuka puasa. “Meningkatkan fokus lebih aman dengan tidur sebentar 15 menit, makan sahur atau berbuka sesuai sunnah ketimbang memaksa diri dengan kopi,” ucapnya kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026). Kandungan kafein dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Jika dikonsumsi saat perut kosong, kondisi ini berisiko menimbulkan rasa perih, kembung, hingga gangguan lambung lainnya. Selain itu, sifat diuretik ringan pada kafein juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang pada sebagian orang bisa memperburuk risiko kekurangan cairan bila asupan air putih belum tercukupi. Dikutip dari Kompas.com, waktu yang lebih aman untuk minum kopi adalah sekitar dua jam setelah berbuka, ketika tubuh sudah menerima makanan dan kadar gula darah lebih stabil. Dengan pola konsumsi yang lebih bijak, pengemudi dapat menjaga kondisi tubuh tetap prima tanpa mengorbankan kesehatan maupun keselamatan di jalan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang