JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik motor listrik disarankan tidak mengisi baterai hingga penuh saat motornya ditinggal mudik dalam waktu lama. Kondisi ideal baterai justru berada di kisaran 40 persen sampai 50 persen. Head of EV Sales Polytron Hanny Soebjanto mengatakan, baterai memiliki kondisi yang disebut “tidur” ketika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama. Karena itu, level daya tidak perlu penuh saat disimpan. Tujuannya agar kondisi sel baterai tetap stabil selama tidak digunakan. “Jadi kenapa kita antara 40 sampai 50 persen itu tidak perlu di-charge. Bahkan untuk motor baru itu saat penyimpanan tidak perlu di-charge, semua antara 40 sampai 60 persen,” ujar Hanny di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Hanny menjelaskan, kondisi tersebut membuat baterai dapat “bangun” secara bertahap ketika kembali diisi daya. Analogi yang digunakan mirip seperti orang yang baru bangun tidur. “Supaya waktu kita di-charge dia langsung (mengisi), istilahnya orang kalau tidur dibangunin pelan-pelan jadi tidak kaget,” kata dia. Sebaliknya, jika baterai disimpan dalam kondisi penuh 100 persen, proses pengisian ulang bisa menjadi kurang optimal. Baterai juga bisa terasa seperti “kaget” saat kembali digunakan. “Bukan baterainya rusak, tapi setelah mati di-charge isi lagi,” kata Hanny. Ia menambahkan, pemilik motor listrik juga tidak perlu khawatir soal penurunan daya saat kendaraan ditinggal lama. Dalam kondisi motor benar-benar mati, penurunan baterai sangat kecil. “Kalau turun itu mungkin tidak akan lebih dari 1 persen. Bahkan bisa dikatakan tidak turun, karena waktu kita tinggal itu kondisi off semua,” ujar Hanny. Selain itu, posisi MCB tidak perlu dimatikan kalau cuma ditinggal satu sampai dua minggu. Lalu motor disarankan dalam posisi parkir dengan standar tengah supaya lebih stabil. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah memastikan tekanan ban berada pada kondisi ideal sebelum ditinggalkan. Cara ini membantu mencegah berkurangnya tekanan udara sehingga motor siap digunakan kembali setelah libur Lebaran. Untuk meningkatkan keamanan, pengguna disarankan memakai kunci ganda seperti kunci cakram atau rantai pada roda depan. Fitur alarm pada sistem keyless juga perlu diaktifkan supaya memberikan perlindungan tambahan dari potensi pencurian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang