Mudik menggunakan mobil listrik kini semakin memungkinkan karena infrastruktur pengisian daya di Indonesia terus berkembang. Hanya saja jumlah SPKLU tak tersedia di setiap tempat. Sehingga, perjalanan jarak jauh dengan mobil listrik tetap memerlukan persiapan yang matang agar perjalanan mudik berjalan lancar dan nyaman. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan pengendara mobil listrik perlu merencanakan rute perjalanan dengan baik. “Rencanakan perjalanan, pengemudi perlu mengetahui lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU di sepanjang jalur yang akan dilalui,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Jumat (6/3/2026). Perencanaan ini penting untuk menghindari kehabisan daya baterai di tengah perjalanan. Sisakan cadangan baterai 30 persen setiap kali hendak mengecas. “Ketika baterai tinggal 30 persen, mulai cari lokasi SPKLU terdekat, jangan tunggu sampai hampir habis, agar lebih aman dan nyaman,” ucap Jayan. BYD Atto 1 menjajal jalanan Bandung-Garut. Sebelum memulai perjalanan mudik, pastikan baterai mobil sudah terisi penuh. Mengisi daya hingga 100 persen saat berangkat akan memberikan jarak tempuh maksimal dan mengurangi risiko harus mencari pengisian daya dalam waktu dekat. “Setidaknya terisi 90 sampai 100 persen, biasakan mengisi dengan tegangan rendah atau slow charging agar baterai tidak panas,” ucap Jayan. Pemeriksaan kondisi kendaraan juga tidak kalah penting sebelum perjalanan jauh. Pastikan tekanan ban, sistem rem, dan sistem kelistrikan mobil dalam kondisi baik agar perjalanan lebih aman. modifikasi bodykit Jaecoo J5 EV “Selain servis rutin perlu dilakukan, pengemudi saat di perjalanan tak perlu tergoda untuk memacu mobil listrik dengan kecepatan tinggi atau di luar batas kecepatan aman,” ucap Jayan. Gaya berkendara juga memengaruhi efisiensi energi mobil listrik. Mengemudi dengan kecepatan stabil dan menghindari akselerasi mendadak dapat membantu menghemat daya baterai. Penggunaan mode berkendara hemat energi seperti Eco Mode juga dapat membantu meningkatkan jarak tempuh kendaraan. Mode ini mengatur tenaga motor listrik agar lebih efisien. Selain itu, beban kendaraan sebaiknya tidak terlalu berlebihan. Mobil yang terlalu berat akan membuat konsumsi energi meningkat sehingga baterai lebih cepat berkurang. Dengan perencanaan rute, pengelolaan baterai, serta gaya berkendara yang efisien, mudik menggunakan mobil listrik dapat menjadi perjalanan yang aman, nyaman, dan tetap hemat energi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang