Memasang karpet dasar tambahan menjadi pilihan populer bagi pemilik mobil baru untuk melindungi dek asli dari kotoran dan tumpahan air. Selain membuat tampilan kabin lebih rapi, penggunaan material sintetis juga memudahkan pembersihan. Namun, tren kendaraan ramah lingkungan seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV) membawa tantangan baru dalam modifikasi ini. Pelapisan karpet dasar mobil Pemilik mobil tidak bisa lagi sekadar menutup seluruh permukaan lantai tanpa memperhatikan teknis kendaraan. Leonard, pemilik bengkel spesialis interior Indoleather di Bogor, mengingatkan bahwa ada bagian krusial pada mobil listrik dan hybrid yang haram hukumnya untuk ditutup karpet, yakni lubang sirkulasi udara atau ventilasi baterai. "Sekarang kan banyak mobil baterai, baik itu hybrid maupun EV. Itu kalau pasang karpet, lubang baterainya tidak boleh ditutup. Harus tetap terbuka," ujar Leonard saat berbincang dengan Kompas.com, belum lama ini. Bukan tanpa alasan, lubang sirkulasi tersebut berfungsi untuk membuang panas yang dihasilkan oleh modul baterai saat bekerja. Jika tertutup karpet dasar, suhu baterai bisa meningkat drastis (overheat) dan berpotensi menimbulkan bahaya yang fatal. "Sebab kalau ditutup, nanti suhu baterai jadi panas. Itu bahaya, bisa memicu kebakaran. Kami sebagai bengkel tentu harus teliti supaya tidak disalahkan di kemudian hari," kata Leonard. Di sisi lain, konsumen saat ini semakin menuntut kerapihan yang tinggi. Tantangannya adalah bagaimana membuat pola karpet yang presisi, jahitan yang kuat, namun tetap mengedepankan aspek keamanan teknis kendaraan. "Karpet kita dikejar untuk rapi secara pola dan jahitannya. Ada yang sistemnya dijahit keseluruhan atau dibuat per bagian-bagian, tergantung permintaan," tambahnya. Karpet dasar tambahan ini biasanya dipasang di atas karpet beludru bawaan pabrik. Keunggulan utamanya adalah kepraktisan, jika terkena noda, pemilik cukup mengelapnya saja tanpa perlu melakukan pencucian yang mendalam. Terkait biaya, Indoleather menawarkan beberapa pilihan ketebalan material yang bisa disesuaikan dengan anggaran pemilik mobil. "Harganya variatif. Mulai dari Rp 475.000 untuk material yang tipis (dua baris), Rp 675.000 untuk yang sedang, dan Rp 975.000 untuk material yang paling tebal. Kalau untuk mobil besar (tiga baris), ada tambahan biaya sekitar Rp 200.000," jelas Leonard. Dengan pemasangan yang benar, karpet orisinal di bawahnya akan tetap terjaga kondisinya, sehingga nilai jual kembali kendaraan pun tetap tinggi tanpa mengorbankan faktor keselamatan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang