Baterai merupakan salah satu komponen penting pada mobil hybrid karena berperan menyimpan energi listrik untuk membantu kerja mesin. Saat perjalanan jauh seperti mudik, baterai hybrid bisa bekerja lebih intensif. Oleh karena itu, pengemudi perlu mengetahui cara menjaga suhu baterai agar tidak mengalami overheating. Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan salah satu cara paling sederhana adalah memastikan ventilasi udara baterai tidak tertutup. “Baterai mobil hybrid berada di dalam kabin, tepatnya di bawah kursi penumpang depan, pastikan ventilasi tidak tertutup benda atau kotoran, agar aliran udara tak terganggu,” ucap Riski kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ventilasi tersebut berfungsi sebagai jalur masuk udara yang membantu mendinginkan baterai. Bila ventilasi tersumbat, suhu baterai bisa meningkat lebih cepat. Karena itu, penting untuk tidak menaruh tas, karpet, atau barang lain di dekat saluran udara tersebut. Ilustrasi Toyota Veloz Hybrid di booth Toyota di IIMS 2026 Selain ventilasi, penggunaan AC kabin juga berperan penting dalam menjaga suhu baterai. Sistem pendingin baterai mengambil udara dari kabin, dengan menyalakan AC secara normal, udara yang masuk ke sistem pendingin baterai tetap sejuk. “Jangan biarkan baterai panas dan mengalami panas berlebih atau overheating, nanti kesehatan baterai bisa cepat menurun,” ucap Riski. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan pengemudi disarankan menjaga suhu baterai dengan bijak saat mengemudi dan parkir. Ilustrasi baterai mobil hybrid. “Akselerasi yang terlalu agresif atau sering menginjak pedal gas dalam-dalam membuat sistem hybrid bekerja lebih keras. Hal ini dapat meningkatkan temperatur baterai secara bertahap,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Sebaliknya, berkendara dengan gaya yang halus dan stabil membantu menjaga kinerja sistem hybrid tetap efisien. Pengemudi juga dapat memanfaatkan fitur regenerative braking untuk membantu mengisi ulang baterai saat mengurangi kecepatan. Selain itu, hindari membawa muatan yang terlalu berat. Beban kendaraan yang berlebihan membuat mesin dan motor listrik bekerja lebih keras. Dampaknya, baterai juga harus menyuplai energi lebih besar. “Sebelum melakukan perjalanan mudik, penting untuk memeriksa kondisi mobil di bengkel resmi. Pengecekan dapat meliputi sistem pendingin baterai yang membantu menjaga suhu tetap stabil,” ucap Jayan. Dengan menjaga ventilasi tetap bersih, menggunakan AC, berkendara secara halus, dan melakukan pemeriksaan sebelum mudik, risiko baterai hybrid mengalami overheating dapat diminimalisasi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang