Rekondisi baterai mobil hybrid artinya memperbaiki atau mengganti sel baterai yang rusak saja. Beberapa sel yang kondisinya masih bagus bakal digunakan kembali. Dengan cara tersebut, biaya perbaikan baterai menjadi lebih murah. Hanya saja, cara tersebut tidak direkomendasikan oleh pabrikan Toyota. Jodjana Jody, Vice President Director Nasmoco Group mengatakan ketika masa pakai baterai mobil hybrid habis, maka pabrikan menyarankan untuk menggantinya satu set. “Kami tidak menyarankan penggantian secara parsial, alasannya kualitasnya belum tentu terjamin, kami juga tidak menyarankan konsumen memperbaiki baterai ke bengkel non resmi,” ucap Jody di Yogyakarta, Rabu (18/2/2026). Perbaikan baterai secara parsial, atau rekondisi, artinya mengganti sebagian sel baterai yang rusak parah saja. Sementara kondisi sel pada baterai yang sudah buruk umumnya punya usia sama. “Bila tidak diganti satu set, nanti sel-sel baterai lainnya berpotensi membebani sel baru yang diganti, dampaknya bukan performa membaik tapi justru merugikan,” ucap Jody. Baterai NiMH terbuat dari bahan nikel Maka dari itu, pabrikan tidak pernah menyarankan konsumen mendatangi bengkel non resmi untuk melakukan perbaikan baterai atau rekondisi. Selain berisiko, kualitasnya dipastikan tak akan sama dengan genuine part. Sebagai solusi, Nasmoco khususnya, telah menyediakan bengkel dengan tenaga ahli yang bersertifikasi. Sehingga, dapat memberikan jaminan kualitas pelayanan yang optimal dan berkompetensi. “Toyota juga berupaya menyediakan suplai onderdil baterai dengan baik, dan harganya kompetitif, karena saat ini kami sudah merakit baterai secara lokal,” ucap Jody. Toyota tak pernah menyarankan rekondisi baterai pada mobil hybrid karena kualitasnya bisa diprediksi tak akan optimal, sesuai hukum alam bahwa baterai memang punya usia pakai. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang