BYD Atto3 PT BYD Motor Indonesia menyebutkan bahwa mobil listrik berpotensi memberikan penghematan signifikan dibandingkan kendaraan bermesin konvensional, khususnya untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran. GULIR UNTUK LANJUT BACA Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengatakan bahwa efisiensi biaya menjadi salah satu alasan semakin banyak masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik untuk perjalanan antarkota.Menurut dia, perbandingan biaya tersebut dapat dilihat melalui simulasi perjalanan Jakarta menuju Surabaya dengan jarak sekitar 800 kilometer.“Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan secara mandiri, jika menggunakan kendaraan konvensional dengan konsumsi bahan bakar sekitar 18 kilometer per liter, maka untuk perjalanan sekitar 800 kilometer dibutuhkan sekitar 44,5 liter bahan bakar,” ujar Luther.Dengan asumsi harga bahan bakar saat ini, kebutuhan tersebut membuat biaya perjalanan diperkirakan mencapai lebih dari Rp450.000.Sebaliknya, jika menggunakan kendaraan listrik, biaya perjalanan bisa jauh lebih rendah. Dalam simulasi yang dilakukan menggunakan salah satu model BYD, yaitu BYD M6, konsumsi energi rata-rata kendaraan listrik diperkirakan sekitar 8 kilometer per kWh.Dengan tingkat efisiensi tersebut, perjalanan sejauh 800 kilometer hanya membutuhkan sekitar 100 kWh energi listrik.“Dengan perhitungan tersebut, biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan yang sama diperkirakan sekitar Rp263.000,” kata Luther.Perbandingan tersebut menunjukkan adanya potensi penghematan yang cukup signifikan ketika menggunakan kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh.“Secara angka kita melihat adanya potensi penghematan lebih dari 40 persen saat menggunakan EV dibandingkan mobil konvensional,” ujar dia.Selain faktor biaya, Luther menilai meningkatnya penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan mudik juga dipengaruhi oleh semakin baiknya performa kendaraan listrik serta berkembangnya infrastruktur pendukung.Menurut dia, agar kendaraan listrik dapat digunakan secara optimal untuk perjalanan jarak jauh, terdapat beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan.“Untuk mendukung perjalanan jarak jauh menggunakan EV, ada tiga elemen penting yang diperlukan, yaitu performa dan daya tahan kendaraan, ketersediaan infrastruktur, serta ekosistem pendukung yang kuat,” tutur dia.Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia sendiri menunjukkan tren yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024 populasi kendaraan listrik di Indonesia tercatat sekitar 43.000 unit. Angka tersebut kemudian meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2025 menjadi sekitar 104.000 unit.Saat ini, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia bahkan telah mencapai sekitar 15 persen dengan total kendaraan listrik yang beredar di jalan diperkirakan mencapai sekitar 175.000 unit.Seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik, kepercayaan masyarakat untuk menggunakan EV dalam perjalanan jarak jauh juga terus tumbuh. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah kendaraan listrik yang digunakan saat mudik. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Jika pada periode mudik 2024 terdapat sekitar 4.300 kendaraan listrik yang melintas di jalur mudik, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 13.600 unit pada 2025. Tahun ini jumlahnya diperkirakan dapat melampaui 30.000 unit.Dengan potensi penghematan biaya serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang, kendaraan listrik diprediksi akan semakin banyak digunakan masyarakat untuk perjalanan mudik di masa mendatang.