JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus mobil listrik terbakar belum lama ini menjadi sorotan banyak orang. Menurut pakar otomotif, penyebabnya ada dua, yaitu faktor teknologi dan edukasi. Kasus Terbaru Layanan PLN Home Charging Services (HCS) Ultima Kasus terbaru adalah kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara, belum lama ini. Insiden tersebut sampai menewaskan lima orang. Dugaan Penyebab Baterai mobil listrik buatan LG-Hyundai Kebakaran diduga karena adanya api yang berasal dari percikan api saat pengecasan mobil listrik di rumah tersebut. Percikan api mengenai minyak thinner dan cat untuk pembuatan aksesori vas bunga. Rumah terbakar di Penjaringan, Jakarta Utara, diduga akibat pengecasan mobil listrik. Kejadian ini mengakibatkan lima penghuninya tewas, Jumat (19/12/2025) Diketahui bahwa rumah tersebut juga dijadikan tempat usaha. Pernyataan Pakar Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan, "Kita tidak pernah tahu yang memasang soket home charging ini apakah bersertifikat atau main akal-akalan." "Karena begitu charging ini jalan, kan tegangan tinggi, terus colokannya ini jangan-jangan, pakai logika sederhana, satu kabel multi sakelar. Tapi, itu belum ketahuan, menunggu hasil kepolisian," kata Yannes, kepada wartawan, saat ditemui di Bali, belum lama ini. "Kalau sampai baterai LFP bisa mengalami thermal runaway, berarti dia suhunya sudah di atas 220 derajat Celcius. Itu tidak bisa api biasa, berarti ada bahan kimia lain yang membantu apinya semakin besar," ujar Yannes. Teknologi dan Edukasi Yannes menambahkan, teknologi mobil listrik belum matang. Berbeda dengan mobil bensin yang perkembangannya sudah selama 100 tahun lebih. "Kita lihat saja baterai kan berkembang terus sekarang. Harga makin berkurang, waktu pengecasan makin singkat, jarak tempuh makin bertambah. Bisa jadi tahun depan lebih maju," kata Yannes. "Dan kita masih pakai logika mobil bensin. Orang-orang awam, karena edukasinya tidak ada, jalan. Ini perlu peran pemerintah, harusnya pemerintah yang edukasi," ujar Yannes. Kesimpulan Karena itu, Yannes menekankan bahwa transisi ke kendaraan listrik tidak bisa hanya mengandalkan kemajuan teknologi semata. Edukasi kepada masyarakat, terutama terkait instalasi pengisian daya dan aspek keselamatan, menjadi kunci agar risiko serupa tidak terulang di kemudian hari. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang