Transisi menuju era kendaraan ramah lingkungan di Indonesia menghadapi tantangan unik, terutama soal infrastruktur pengisian daya dan kecemasan akan jarak tempuh (range anxiety). Melihat di tengah perdebatan antara mobil listrik murni (BEV) dan mesin konvensional (ICE), teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) hadir sebagai jalan tengah yang menarik. Lantas, apa sebenarnya REEV dan mengapa teknologi ini disebut sebagai solusi bagi pasar otomotif Tanah Air? Secara sederhana, REEV adalah jenis sistem penggerak hybrid yang mengawinkan motor listrik sebagai penggerak utama dengan mesin pembakaran internal (ICE) yang berfungsi sebagai generator listrik. Mirip teknologi yang digunakan oleh Nissan, kerap disebut e-Smart Hybrid. Deepal S05 REEV Mesin bensin di sini tidak terhubung langsung ke roda, melainkan bertugas mengisi daya baterai atau menyuplai listrik langsung ke motor penggerak saat baterai mulai menipis. Hasilnya, kendaraan tetap memiliki sensasi berkendara mobil listrik, namun dengan jangkauan yang jauh lebih luas dibandingkan mobil listrik berbasis baterai (BEV) konvensional. Cara Kerja REEV Fleksibilitas menjadi kata kunci dari sistem REEV. Mobil ini dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi berkendara melalui beberapa mode operasional: Deepal S05 REEV Electric Mode: Kendaraan beroperasi sepenuhnya menggunakan daya baterai, memberikan pengalaman berkendara senyap dan halus seperti mobil listrik murni. Range-Extending Mode: Saat level baterai rendah, mesin internal dan generator otomatis aktif untuk menghasilkan listrik. Listrik ini kemudian dialirkan ke motor penggerak atau mengisi ulang baterai, sehingga perjalanan tetap berlanjut tanpa perlu berhenti untuk mengisi daya. Regenerative Braking Mode: Memanfaatkan energi kinetik saat pengereman untuk diubah kembali menjadi energi listrik, guna memperpanjang usia baterai. Camping Mode: Memungkinkan sistem range extender tetap bekerja untuk menyuplai listrik ke baterai, bahkan saat mobil dalam posisi diam, sangat berguna untuk kebutuhan daya tambahan di luar berkendara. REEV Relevan untuk Indonesia? Teknologi ini merepresentasikan masa depan transisi energi. Dibandingkan mobil hybrid konvensional, REEV umumnya menawarkan emisi yang lebih rendah dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik karena mesin bekerja hanya sebagai generator, bukan penggerak utama roda. Dengan kombinasi efisiensi mobil listrik dan kebebasan jarak tempuh layaknya mobil konvensional, REEV menjadi opsi yang sangat rasional bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan energi baru tanpa harus mengubah gaya hidup mobilitas mereka. Changan Deepal S05 yang belum lama ini diperkenalkan oleh Changan Indonesia akan menjadi mobil berteknologi REEV pertama di Indonesia. "Sebenarnya, REEV itu sebagai jawaban akan kekhawatiran konsumen atau masyarakat akan jangkauan, dari range anxiety itu. Jadi, ini mungkin kesempatan kita untuk memberikan pilihan seperti itu," ujar Ridjal Mulyadi, Head of Marketing Changan Indonesia, kepada wartawan, saat ditemui di Chongqing, China, Minggu (19/4/2026). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang