Saat sejumlah merek mobil asal China mulai masuk Indonesia dengan membawa line-up kendaraan listrik murni (EV), Lepas justru mengambil jalur berbeda. Alih-alih langsung memperkenalkan mobil listrik penuh, pabrikan baru ini memilih teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sebagai model perdana mereka, yakni L8, yang akan meluncur di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Menurut Lepas, pasar Indonesia saat ini masih dalam tahap adaptasi terhadap kendaraan listrik. Infrastruktur pengisian daya yang belum merata membuat sebagian besar konsumen masih ragu sepenuhnya beralih ke EV. Lepas L8 Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ricky He, Deputy Country Director Lepas Indonesia, yang menjelaskan bahwa hasil riset internal mereka menunjukkan kecenderungan kuat konsumen terhadap kendaraan yang tetap menawarkan fleksibilitas. “Masih banyak pasar yang sebenarnya belum siap dengan model EV. Mereka belum familiar dengan konsep kendaraan listrik penuh,” ujar Ricky di Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025). Menurutnya, salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat terhadap mobil listrik adalah range anxiety, atau rasa khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan karena keterbatasan stasiun pengisian. “Dari riset kami, banyak orang yang masih memiliki kekhawatiran soal jarak tempuh ketika menggunakan EV. Hal itu terjadi karena keterbatasan stasiun pengisian atau charging point,” kata Ricky. Atas dasar itu, Lepas memutuskan untuk menghadirkan model pertamanya di Indonesia dalam bentuk PHEV. Teknologi ini dinilai paling cocok untuk menjembatani kebutuhan pasar saat ini, memberi sensasi berkendara kendaraan listrik, tetapi tetap menghadirkan fleksibilitas mesin bensin. “Itu sebabnya model pertama kami adalah PHEV, agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Kami ingin menemukan apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen,” ujar Ricky. Ia menambahkan bahwa kendaraan perdana Lepas bukan sekadar SUV biasa, tetapi sebuah SUV PHEV lima penumpang yang serbaguna, dirancang untuk mengakomodasi berbagai gaya hidup pengguna. “Kesimpulannya, kami mencoba menjawab rasa khawatir masyarakat soal jarak tempuh. Itu sebabnya model pertama kami adalah PHEV,” kata Ricky. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.