Isu range anxiety atau kekhawatiran akan jarak tempuh masih menjadi salah satu batu sandungan masyarakat untuk beralih ke motor listrik. Menanggapi hal tersebut, ALVA secara masif mulai memperkuat ekosistem pengisian daya di berbagai wilayah. Chief Executive Officer ALVA Purbaya Pantja, mengatakan, fokus perusahaan saat ini adalah menjadikan motor listrik sebagai solusi transportasi utama, bukan lagi sekadar kendaraan untuk kebutuhan jarak pendek atau hobi di akhir pekan. Alva Boost Charge Station, atau SPKLU dengan waktu pengisian daya singkat khusus motor listrik Alva. "Dulu mungkin motor listrik pakainya hanya untuk keperluan weekend atau jalan-jalan pendek. Ke depannya, industri ini sudah harus bisa menggantikan motor bensin sebagai kendaraan utama," ujar Purbaya, Selasa (28/4/2026). Untuk mendukung hal tersebut, infrastruktur pengisian daya atau charging station menjadi kunci. Purbaya mengungkapkan bahwa saat ini ALVA sudah memiliki sekitar 200 unit konektor yang tersebar di wilayah Jawa-Bali, bahkan sudah mulai merambah ke Sumatera dan Kalimantan. Menariknya, penempatan titik pengisian daya ini tidak hanya berfokus pada gerai resmi ALVA. Perusahaan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyesuaikan dengan gaya hidup konsumen. Fasilitas Boost Charger milik Alva "Kita pasang charging station itu mengikuti cara berkegiatan sehari-hari konsumen. Ada di minimarket, beberapa lokasi F&B, dan sebagainya," kata Purbaya. Strategi ini memungkinkan pengguna melakukan pengisian daya secara efisien sambil melakukan aktivitas lain (multitasking). Misalnya, pengisian selama 15 menit sambil berbelanja sudah cukup untuk menambah daya yang signifikan. Salah satu bukti keseriusan ALVA adalah hadirnya ALVA Studio di Bintaro yang menjadi salah satu titik pengisian daya terbesar dengan jumlah mencapai 21 konektor. Bahkan, infrastruktur ini sudah teruji saat momen mudik Lebaran kemarin. ALVA berhasil mengoneksikan jalur Jakarta-Bandung via Puncak, segitiga Semarang-Solo-Jogja, hingga rute Surabaya-Malang. "Artinya motor listrik sudah bisa digunakan untuk perjalanan antarkota karena infrastrukturnya sudah ada," ucapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang